Diduga Terjadi Kebocoran Gas, 18 Karyawan PT BMI Lamongan Dilarikan ke Rumah Sakit

Sebanyak 18 karyawan PT Bumi Menara Internusa (BMI) Lamongan diduga mengalami keracunan setelah menghirup gas di area produksi.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Hanif Manshuri
KORBAN DUGAAN KERACUNAN GAS - Diantara  karyawan PT BMI korban dugaan keracunan gas yang dirujuk dan dirawat di RSI Nasrul Ummah, Jumat (5/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 18 karyawan PT Bumi Menara Internusa (BMI) Lamongan diduga mengalami keracunan setelah menghirup gas di area produksi.
  • Enam pekerja menjalani rawat inap karena mengalami lemas dan sesak napas, sementara lainnya diperbolehkan rawat jalan.
  • Polisi masih menyelidiki penyebab pasti insiden dan memastikan dugaan keracunan bukan berasal dari makanan.

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Diduga terjadi kebocoran gas di PT Bumi Menara Internusa (BMI) Lamongan. 

Sebanyak 18 karyawan dilarikan ke rumah sakit karena mengalami keracunan, Jumat (5/6/2026).

Para korban sempat menjalani pemeriksaan di klinik perusahaan sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Islam (RSI) Nashrul Ummah Lamongan.

Berdasarkan informasi awal, para pekerja yang berada di ruang produksi mendadak merasakan gejala yang hampir serupa, seperti wajah terasa gerah, tubuh lemas, mata perih, hingga gangguan pernapasan.

Hingga Jumat malam, sebagian besar korban dilaporkan dalam kondisi membaik. Namun, beberapa pekerja masih menjalani perawatan intensif untuk memastikan kondisi kesehatan mereka stabil.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti insiden yang terjadi di lingkungan perusahaan pengolahan ikan dan udang tersebut.

Baca juga: Fakta di Balik Video Viral Kepulan Asap di PT NESR Tuban, Bukan Kebocoran Gas

Pekerja Mendadak Lemas Saat Berada di Ruang Produksi

Kapolsek Deket, AKP Achmad Khusen, mengatakan para pekerja yang diduga mengalami keracunan berada di ruang produksi saat kejadian berlangsung.

"Mereka itu di ruang produksi. Tiba-tiba merasa sesuatu yang membuat mereka lemas," kata Khusen, Jumat (5/6/2026) malam.

Ia memastikan jumlah pekerja yang terdampak sebanyak 18 orang.

"Setelah saya hitung jumlahnya ternyata 18 orang korban," katanya.

Menurut Khusen, kondisi para korban saat ini berangsur membaik. Dari total korban, hanya enam orang yang masih menjalani perawatan dengan pemasangan infus.

"Enam itu pun sudah duduk, hanya masih diinfus," ujarnya.

Alami Mata Perih hingga Sesak Napas

Kepala Humas RSI Nashrul Ummah Lamongan, Irmayanti, menjelaskan para pasien datang dengan keluhan yang hampir sama.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved