Dampak Rupiah Melemah
Harga Beras Premium di Gresik Mulai Meroket, Kondisi Ekonomi Global Disebut Jadi Biang Kerok
Gejolak ekonomi global mulai terasa hingga ke pasar tradisional. Di Pasar Baru Gresik, harga sejumlah kebutuhan pokok dan sembako merangkak
Ringkasan Berita:
- Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Baru Gresik mulai naik akibat dampak gejolak ekonomi global, kenaikan harga plastik kemasan hingga 50 persen, dan meningkatnya biaya BBM non-subsidi. Beras premium jenis Coco mencapai Rp85.000 per 5 kg, sedangkan beras premium Lahap Rp77.000 per 5 kg.
- Pedagang mengeluhkan keuntungan yang semakin menipis karena harga barang terus naik, sementara stok minyak goreng subsidi "Minyakita" terbatas akibat pembatasan pengiriman dari Bulog.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Sugiyono
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Gejolak ekonomi global mulai terasa hingga ke pasar tradisional. Di Pasar Baru Gresik, harga sejumlah kebutuhan pokok dan sembako merangkak naik, sementara daya beli masyarakat justru melemah.
Kondisi ini membuat pedagang harus berjuang mempertahankan keuntungan di tengah biaya operasional yang terus meningkat.
Beberapa harga kebutuhan pokok yang merangkak naik dipengaruhi harga jenis plastik kemasan naik sekitar 50 persen, kemudian harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi akibat gejolak Internasional.
Sementara harga kebutuhan pokok yang merangkak naik yaitu beras premium jenis Coco mencapai Rp 85.000 per 5 kilogram, beras premium jenis lahap Rp 77.000 per 5 kilogram.
Sedangkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap stabil Rp 60.000 per 5 kilogram.
"Harga beras premium terus naik. Beras SPHP tetap stabil Rp 60.000 per lima kilogram. Harga premium terus naik. Tapi, keuntungan semakin sedikit. Lima kilogram ambil untung Rp 1000 sangat susah, sebab belum biasa angkut dan plastik yang ikut naik," kata seorang pedagang sembako di Pasar Baru Gresik yang enggan menyebutkan namanya, Minggu (7/6/2026).
Begitu juga harga minyak goreng subsidi minyak kita masih kurang melimpah, sebab pengiriman dari Bulog dibatasi. Sehingga, stok selalu terbatas.
Baca juga: Rupiah Tembus Rp18.000, Harga Beras dan Minyak di Lumajang Stabil, Cabai Justru Meroket Tajam
"Minyak kita dari Bulog dibatasi, sehingga tidak bisa melimpah. Sementara, minyak goreng non subsidi harganya lebih mahal," imbuhnya.
Sementara juga disampaikan Ketua Paguyuban Pasar Baru Gresik, Edy Chumaidi mengatakan, setok minyak goreng subsidi minyak kita masih ada. Harga daging ayam juga turun menjadi Rp 33.000 dari Rp 36.000 per kilogram dan telur horn juga turun menjadi Rp 26.000 per kilogram dari Rp 27.000 per kilogram.
"Informasinya, akan ada kenaikan harga minyak goreng subsidi minyak kita. Tapi, sekarang masih harga lama yaitu Rp 16.000 per liter. Sementara harga lainnya juga turun," kata Edy.
Lebih lanjut Edy menambahkan, sekarang ini daya beli masyarakat menurun, sehingga pasar semakin sepi. Hal itu salah satunya disebabkan banyaknya pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Pasar Gresik mulai malam hari sampai sore hari dan adanya toko online.
"Pembelian pedagang di Pasar Gresik ini melemah, sehingga pedagang sepi pembeli. Bisa karena banyak toko online dan PKL di sekitar Pasar," katanya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Gresik United Uji Tim Pra GU dengan Seleksi Lokal Gresik, Gethuk: Masih Kita Perbaiki Lagi |
|
|---|
| Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir Dipanggil BK Imbas Video Viral Adu Mulut saat Penertiban PKL |
|
|---|
| 8 Dapur MBG di Gresik Disuspend Gegara Belum Dilengkapi Sarana IPAL sesuai Standar, Wali Murid Heran |
|
|---|
| Tribun Putih Abu-Abu Futsal 2026, Pelatih Gresik United Sebut Efektif Jaring Bibit Muda Berbakat |
|
|---|
| Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir: Tribun Putih Abu-Abu Futsal Jadi Jalan Atlet Muda Menuju Spanyol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/PASAR-Suasana-pasar-baru-Gresik-yang-sepi-pembeli-akibat-banyak-PKL-dan-toko-online-Minggu.jpg)