Sampah Sidoarjo Tembus 892 Ton per Hari, TPA Jabon Diprediksi Penuh 5-7 Tahun Lagi

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jabon di Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, terancam mengalami overkapasitas dalam beberapa tahun mendatang.

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/M Taufik
TPA JABON - Kondisi sampah di TPA Jabon yang terus menumpuk dan terancam over kapasitas. Setiap hari, produksi sampah di Sidoarjo tembus 892 ton 

 

Ringkasan Berita:
  • TPA Griyo Mulyo Jabon berpotensi mengalami overkapasitas dalam lima hingga tujuh tahun ke depan jika tidak ada solusi pengurangan sampah yang signifikan.
  • Dari total timbulan sampah Sidoarjo sebesar 892 ton per hari, sekitar 534 ton atau 59 persen masih dibuang langsung ke TPA.
  • Pemkab Sidoarjo menyiapkan anggaran Rp18,14 miliar untuk memperkuat pengelolaan sampah melalui peningkatan kapasitas TPS 3R dan penggunaan teknologi digital.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jabon di Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, terancam mengalami overkapasitas dalam beberapa tahun mendatang.

Jika tidak ada langkah pengurangan sampah yang signifikan, TPA tersebut diperkirakan hanya mampu menampung sampah selama lima hingga tujuh tahun ke depan.

Tumpukan sampah sudah menggunung di sana. Dari total volume sampah di seluruh wilayah Sidoarjo yang mencapai 892 ton setiap hari, sekira 60 persen lebih langsung dikirim ke TPA Jabon. Sebagian lainnya berhasil diproses di TPST. 

Pada cell 1 atau di TPA Lama, tinggi tumpukan sampah sudah mencapai 22 meter. Di sana sampah yang tumpuk volumenya mencapai 1.420.000 m3.

Sementara di TPA cell 2 (sanitary landfill) tinggi tumpukan sampah sudah mencapai tujuh meter, dengan volume sekira 96.700 m3. 

Data DLHK Sidoarjo menunjukkan timbulan sampah di Kota Delta saat ini mencapai 892,26 ton per hari.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 534 ton atau sekitar 59 persen masih langsung dibuang ke TPA setiap harinya. Bahkan, volume sampah tercampur yang masuk ke TPA mencapai 77,24 persen.

Baca juga: TPA Srabah Overload, DLH Trenggalek Desak Dapur Satuan Gizi Kelola Sampah Mandiri dari Sumbernya

“Setiap hari sampah yang masuk ke sini di kisaran 500 sampai 600 ton. Memang mayoritas dari total sampah yang ada di Sidoarjo,” ungkap Kepala TPA Griyo Mulyo, Hajid Arif Hidayat, Selasa (9/6/2026). 

Ketika sampai di TPA, sampah hanya ditumpuk saja. Upaya sortir dan sebagainya, tidak mengurangi sama sekali. Karena jumlahnya sangat kecil. 

“Sanitari landfill hanya sistem penumpukan sampah yang ramah lingkungan. Sehingga tidak mengurangi volume. Harapan kami, sampah bisa dikelola di setiap desa, sehingga tidak banyak yang dikirim ke TPA,” ujarnya. 

Jika kondisi seperti ini terus terjadi, Hajid memperkirakan kemampuan TPA Jabon cuma tinggal lima sampai tujuh tahun. Itupun dalam kondisi kritis karena sampah terus menumpuk. 

Ya, beberapa waktu belakangan ancaman krisis sampah mulai membayangi Kabupaten Sidoarjo. Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkab Sidoarjo mulai memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. 

Baca juga: Mulai Bulan Juni 2026, Warga Kota Madiun Wajib Pilah Sampah dari Rumah, TPA Hampir Penuh

Langkah awal yang dilakukan yakni memetakan kondisi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di seluruh wilayah serta memperkuat pengelolaan berbasis teknologi digital.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved