Menu MBG Ramadan Dikeluhkan Banyak Warga, Bupati Minta Maaf, Ancam Hentikan SPPG Nakal

Bupati meminta Satgas MBG Pemkab Jember segera mengambil tindakan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang nakal.

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Alga W
Dok Diskominfo Jember
MBG - Bupati Muhammad Fawait saat di Kantor Pemkab Jember, Jawa Timur, Jumat (27/2/2026). Dia menanggapi banyaknya keluhan atas menu MBG selama Ramadan. 

TRIBUNJATIM.COM - Wali murid dan guru di beberapa Kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengeluhkan menu makan bergizi gratis (MBG) kering selama Ramadan.

Warga yang mengeluhkan menu MBG tersebut di antaranya dari Kecamatan Ledokombo, Wuluhan, Bangsalsari, Pakusari, Tanggul, Puger, Rambipuji, dan Patrang. 

Terpantau banyak netizen yang mengunggah keluhannya di grup media sosial Facebook Info Warga Jember.

Baca juga: Soal Pisang Mentah di Menu MBG, Bupati Sanusi Sebut Kurangnya Komunikasi antara SPPG & Mitra

Berdasarkan data yang dihimpun TribunJatim.com, mereka mengeluhkan makanan MBG tidak layak.

Sebab, para murid hanya terdapat roti, snack, dan telur rebus.

Bahkan, nasi diganti pisang atau ketela rebus tanpa dilengkapi sayur-mayur atau lauk daging maupun ikan.

Atas kejadian ini, Bupati Jember, Muhammad Fawait, meminta maaf.

"Ada kekurangan-kekurangan pelaksanaan MBG, saya sebagai bupati mohon maaf. Jangan menyalahkan pemerintah pusat apalagi presiden," ujarnya pada Jumat (27/2//2026).

Dia meminta satuan gugus tugas (Satgas) MBG Pemkab Jember segera mengambil tindakan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memberikan makanan layak terhadap siswa tersebut.

"Dapur-dapur yang main-main memberikan menu tidak pas, hati-hati," kata pria yang akrab disapa Gus Fawait ini.

"Kepala daerah punya hak memberikan rekomendasi kepada BGN untuk menghentikan," imbuhnya.

Fawait mengaku akan segara memanggil semua kepala dapur sehat MBG di Jember.

Supaya mereka tertib mendata menu makanannya setiap hari.

"Kami akan segera kumpulkan, kepala-kepala SPPG dan kita akan bikin grup," paparnya.

"Mereka wajib mendata dan menampilkan menu masakan setiap hari," pungkas Fawait.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved