Dugaan Penyelewangan BBM, Pencopotan Garis Polisi di SPBU Jalan Teuku Umar Jember Disorot Dewan

Garis polisi yang dipasang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Teuku Umar Kelurahan Kebonsari Jember

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Imam Nawawi
GARIS POLISI DICOPOT: Kondisi SPBU Tegalbesar Jalan Teuku Umar Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sumbersari Jember, Jawa Timur, Senin (16/3/2026) Segel SPBU di Jember ini dicopot oleh polisi. 
Ringkasan Berita:
  • Garis polisi di SPBU Jalan Teuku Umar, Kebonsari, Jember yang menjadi lokasi dugaan penyelewengan BBM jenis solar dicopot pada Senin (16/3/2026).
  • Pelapor kasus, anggota DPRD Jember David Handoko Seto, mengaku tidak mendapat pemberitahuan terkait pencopotan police line tersebut.
  • Sebelumnya, pemasangan segel dilakukan oleh BPH Migas bersama Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER- Garis polisi yang dipasang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Teuku Umar Kelurahan Kebonsari Jember, Jawa Timur dicopot, Senin (16/3/2026).

Polis line di Tempat kejadian perkara (TKP) dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis solar ini baru dipasang dua hari lalu tanpa sepengatahuan pelapor, bahkan kasus ini masih dalam penyelidikan.

"Mestinya segala sesuatu yang dilakukan Polres Jember, sebagai hasil penyelidikan harus tersampaikan kepada saya. Apapun termasuk pembukaan segel polisi," Anggota DPRD Jember David Handoko Seto selaku pelapor, Senin (16/3/2026).

Padahal, kata dia, pemasangan segel itu dilakukan langsung oleh BPH Migas bersama Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi.

"Jadi ini menurut saya sesuatu yang tidak terkoordinasi. Kami berharap pihak pihak yang berkepentingan harus menghormati hukum yang berlaku," kata David.

Baca juga: SPBU di Jember Disegel Polisi, Diduga Terlibat Penyelewengan Solar 4.000 Liter

Berdasarkan informasi pengawas SPBU, David mengungkapkan pencopotan segel garis polisi itu dilakukan Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipitder) Satreskrim Polres Jember Ipda Harry Sasono.

"Ada rekaman saya, yang direkam oleh satu teman wartawan. Saya akan tanyakan ini ke Polres, kenapa kok sudah dibuka," ucap Legislator Fraksi Partai Nasdem.

Sementara itu, Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Sarekrim Polres Jember Ipda Harry Sasono belum bisa dikonfirmasi. Dia mengatakan hal itu akan dijawab saat sore nanti.

"Nanti sambil buka bersama, sekalian sama teman teman wartawan lain," tanggapnya

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved