Berita Jember
Kondisi Memprihatinkan Pasar Tradisional di Jember, PAD Sektor Pasar Digenjot
Pemerintah Kabupaten Jember mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar tradisional.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Januar
Pasar Tanjung merupakan pasar terbesar di Kabupaten Jember, yang merupakan wajah kota.
Sebab, dia berada di pusat area perdagangan Kabupaten Jember. Hanya berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Alun-Alun Jember, dan pusat Pemerintahan, yang bisa ditempuh dalam rentang waktu 7 menit saja memakai kendaraan bermotor.
Hanya saja, kondisi pasar ikon Jember ini memprihatinkan. Ada sejumlah titik bocor di dalam area pasar. Belum lagi, air sampah yang menggenang menyebabkan bau menyengat.
Penataan pedagang di Pasar Tanjung juga tidak beraturan.
Padahal kegiatan ekonomi di Pasar Tanjung bergerak selama 24 jam.
"Tapi coba lihat sendiri, kondisinya. Memprihatinkan, bocor, bau," ujar Septianingsih, seorang pedagang kepada TribunJatim Timur.com, Rabu (15/4/2026).
Septi berharap, Pemkab membenahi Pasar Tanjung.
"Minimal kebersihannya. Sampah jangan telat ambil, karena akan bau. Bocor-bocor diperbaiki. Kalau hujan banjir," tegasnya.
Septi menunjukkan salah satu titik kebocoran yang berada di dekat los jualannya, di area selatan pasar.
"Sementara kami tidak telat membayar karcis (retribusi). Ada karcis harian, dan bulanan. Jumlah pedagang Pasar Tanjung ini juga banyak sekali, 1.400an," tegasnya.
Karcis yang dimaksud Septi adalah retribusi. Ada retribusi harian, juga ada bulanan.
Retribusi harian ini bervariasi besarnya. Sedangkan bulanan diberlakukan untuk pemilik toko, sebesar Rp 250.000 per bulan.
Sedangkan retribusi harian untuk pedagang yang berjualan di pelataran, kisarannya Rp 3.000 per satu tempat.
Ketika ditanya tentang rencana perbaikan Pasar Tanjung, Septi menyebut tidak mau muluk-muluk meminta. Pedagang hanya berharap pasar ditata menjadi rapi, bersih, dan nyaman bagi pedagang dan pembeli.
"Andai nanti dibongkar dan pedagang harus pindah sementara, tolong kasih tempat yang layak dan menampung kami semua. Harus adil untuk pedagang," tegasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Berulang Kali Isi Pertalite di SPBU, Suzuki Carry di Jember Bikin Polisi Curiga, Ternyata Timbun BBM |
|
|---|
| Libur Panjang Paskah, Okupansi Penumpang KA di Daop 9 Jember Alami Peningkatan |
|
|---|
| Asyik Pesta Sabu, 9 Pecandu dan Pengedar di Jember Syok saat Digerebek Polisi, Senapan Jadi Bukti |
|
|---|
| Ingin Menang di Jember, PKB Pasang Target 11 Kursi DPRD Kabupaten di Pileg 2029 |
|
|---|
| Ngerinya Tragedi Nenek Umur 66 Tahun Tewas Tertabrak KA Sritanjung di Jember |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Titik-kebocoran-di-Pasar-Tanjung-Jember-Pemkab-Jember-tidak-memiliki-biaya.jpg)