Nasi Ampok Instan Buatan Warga Jombang Tembus Pasar Mancanegara

Warga Jombang, berhasil buat inovasi nasi ampok instan. Hasil kreasi produk pangan lokal ini jadi komoditas modern dengan cakupan hingga mancanegara.

Tayang:
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Anggit Puji Widodo
NASI AMPOK INSTAN - Kreasi nasi jagung dalam kemasan, hasil kreasi Sulistiyowati, warga Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (19/12/2025). Nasi ampok instan buatannya tembus pasar mancanegara.  

Ringkasan Berita:
  • Sulistiyowati, warga Jombang berhasil membuat inovasi nasi ampok instan yang digemari banyak kalangan.
  • Nasi ampok instan buatannya telah dikirim ke berbagai penjuru Nusantara, seperti Banyuwangi, Kalimantan, dan Papua, bahkan ke luar negeri, seperti Malaysia dan Hongkong.
  • Untuk kemasan eceran kecil dijual mulai Rp 2.000 hingga Rp 2.500, sementara untuk skala grosir harga disesuaikan dengan distributor.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Puji Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Warga Jombang, Jawa Timur, berhasil membuat inovasi nasi ampok instan.

Nasi ampok merupakan kuliner lokal yang berbahan campuran beras putih dan jagung pipil kering.

Hasil kreasi produk pangan lokal warga Jombang ini berhasil mengubah kuliner berbahan jagung tersebut menjadi komoditas modern dengan cakupan pasar hingga mancanegara.

Produk inovatif ini berasal dari usaha rumahan “Dua Putra” yang digerakkan oleh Sulistiyowati, warga Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, bupaten Jombang

Dengan ketekunan sejak tahun 2009, ia mengembangkan resep warisan leluhur menjadi pangan praktis yang siap saji.

"Awalnya ingin melestarikan makanan tradisi sekaligus menawarkan alternatif yang lebih sehat," ucap Sulistiyowati, yang telah menjalankan usahanya lebih dari satu setengah dekade kepada TribunJatim.com pada Jumat (19/12/2025). 

Kelebihan utama produk ini adalah rendahnya kadar gula, sehingga banyak dipilih oleh konsumen yang menderita diabetes atau menjalani gaya hidup sehat.

Proses produksinya melibatkan penggilingan jagung, perebusan adonan hingga berjam-jam, serta pengeringan sebelum akhirnya dikemas rapi.

Kapasitas produksi menunjukkan permintaan yang cukup tinggi.

Dalam sehari, usaha “Dua Putra” dapat mengolah 500 kilogram hingga satu ton jagung, menghasilkan sekitar 400 kilogram nasi ampok instan siap edar.

Pemasaran produk ini tidak lagi terbatas secara lokal.

Selain merambah pasar tradisional di Jombang, nasi ampok instan telah dikirim ke berbagai penjuru Nusantara, seperti Banyuwangi, Kalimantan, dan Papua. Yang membanggakan, produk ini bahkan telah diekspor ke sejumlah negara, termasuk Malaysia dan Hongkong.

Baca juga: Menilik Usaha Kerajinan Bidak Catur di Blitar, Sudah Berjalan Selama 40 Tahun

"Pesanan dari luar daerah maupun luar negeri biasanya dalam volume besar, bisa puluhan karung per pengiriman, sehingga harus dipersiapkan jauh-jauh hari," tambah Sulistiyowati.

Dinamika Pasar

Meski demikian, bisnis ini juga menghadapi dinamika pasar, seperti fluktuasi permintaan dan persaingan yang semakin ketat.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved