Plengsengan di Desa Bareng Jombang Ambles, Warga Khawatir Longsor Susulan

Hujan lebat yang berlangsung cukup lama menyebabkan debit Sungai Baliran Sumber Gogor meningkat dan mengikis struktur tanah di sisi jalan

Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Samsul Arifin
Warga/Samiaji
AMBLES - Warga setempat Samiaji saat menunjukkan plengsengan penahan tanah di ruas jalan utama Dusun Banjarsari, Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Selasa (6/1/2026). Debit Sungai Baliran Sumber Gogor meningkat dan mengikis struktur tanah di sisi jalan. 
Ringkasan Berita:
  • Plengsengan jalan utama Dusun Banjarsari ambles akibat banjir Sungai Baliran.
  • Warga khawatir longsor susulan, beberapa tanaman rusak, kendaraan masih bisa melintas.
  • Perangkat desa sudah melaporkan ke Dinas PUPR Jombang untuk segera ditangani.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Puji Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Sebuah plengsengan penahan tanah di ruas jalan utama Dusun Banjarsari, Desa Bareng, dilaporkan mengalami amblesan setelah diterjang banjir luapan sungai.

Kerusakan tersebut diketahui terjadi sejak Minggu sore (4/1/2026).

Hujan lebat yang berlangsung cukup lama menyebabkan debit Sungai Baliran Sumber Gogor meningkat dan mengikis struktur tanah di sisi jalan.

Sungai tersebut diketahui berhulu dari wilayah Kecamatan Wonosalam.

Baca juga: Koperasi Desa Merah Putih Jombang Tumbuh Pesat, 52 Gerai Sudah Beroperasi Awal Tahun 2026

Kronologi Kejadian

Plengsengan yang ambles berada tepat di jalur penghubung antara Desa Bareng dan Desa Kedunggalih, yang selama ini menjadi akses vital bagi aktivitas warga. Meski belum menutup total badan jalan, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi longsor lanjutan.

Salah seorang warga Dusun Banjarsari, Samiaji, menuturkan bahwa kerusakan baru terlihat jelas setelah banjir mulai surut.

Baca juga: Pelunasan Bipih Tahap II Dibuka, Ratusan Jemaah Haji Cadangan Jombang Berpeluang Berangkat 2026

Menurutnya, tanah di sekitar plengsengan ikut bergerak dan menyeret tanaman milik warga yang berada di dekat lokasi.

"Setelah hujan deras dan banjir, air sungai naik. Begitu airnya turun, kelihatan penahan jalan sudah ambles dan tanah di sampingnya ikut longsor," ucapnya saat dikonfirmasi Tribunjatim.com pada, Selasa (6/1/2026).

Dampak dan Kekhawatiran

Ia menyebutkan, beberapa tanaman kacang milik warga ikut rusak akibat tanah yang tergerus. Meski kendaraan masih dapat melintas, warga merasa waswas jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

“Kondisinya sekarang memang belum parah, tapi kalau dibiarkan dan hujan terus, bisa berbahaya bagi pengguna jalan,” kata Samiaji.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh perangkat desa. Kepala Dusun Banjarsari, Siswanto, membenarkan adanya amblesan plengsengan tersebut dan memastikan pihaknya telah mengambil langkah awal dengan melaporkan kejadian itu ke instansi terkait.

“Pagi tadi sudah kami laporkan secara resmi ke Dinas PUPR Kabupaten Jombang agar segera ditindaklanjuti,” ungkap Siswanto.

Ia menjelaskan, penanganan dan perbaikan plengsengan menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Oleh karena itu, pihak dusun dan warga berharap perbaikan dapat segera dilakukan guna mencegah risiko longsor susulan.

“Mudah-mudahan segera ada penanganan supaya kondisi jalan tetap aman untuk warga,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved