Pasar Desa Morosunggingan Disulap Jadi Panggung Seni Budaya Tradisional

Biasanya, kondisi pasar rakyat penuh dengan kegiatan jual beli. Kini kegiatan di lokasi tersebut menjadi ruang pertunjukan seni tradisional.

Tayang:
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Torik Aqua
Tribun Jatim Network/Anggit Puji Widodo
BUDAYA - Penampilan seni dan tradisi yang dimainkan oleh anak-anak masyarakat setempat di Pasar Rakyat Desa Morosunggingan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Selasa (17/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  1. Seniman lokal dan warga berpartisipasi aktif dalam pentas budaya desa.
  2. Pasar Rakyat Desa Morosunggingan jadi ruang publik seni dan budaya.
  3. Gelar Seni Budaya Jombangan dorong pelestarian budaya dan ekonomi warga

 

TRIBUNJATIM.COM - Gelar Pentas Seni dan Budaya Jombangan digelar di Pasar Rakyat Desa Morosunggingan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Biasanya, kondisi pasar rakyat penuh dengan kegiatan jual beli.

Namun pada awal pekan ini, kegiatan di lokasi tersebut menjadi ruang pertunjukan seni tradisional.

Kegiatan yang dimulai Senin (16/2/2026) malam tersebut menghadirkan alunan gambus yang menggema di tengah keramaian warga.

Baca juga: Kisah Suharmini Warga Jombang, Sulap Daun Kenikir Jadi Keripik, Raup Omzet Rp3,5 Juta per Bulan

 Acara berlanjut pada Selasa (17/2/2026) dengan suguhan musik patrol dan terbang jidor.

Sejumlah kesenian khas daerah seperti Tari Topeng, Tari Remo, Besutan, Ludrukan, hingga Gambus Misri turut meramaikan panggung budaya tersebut.

Program ini merupakan bagian dari Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Tahun 2025.

Penyelenggaraannya digagas oleh Yayasan Permata Bangsa Nusantara Jombang bersama pengelola Pasar Rakyat Desa Morosunggingan sebagai bentuk optimalisasi ruang publik desa.

Ketua Pengelola Pasar Rakyat Morosunggingan, Cucuk Espe, menyebut kegiatan ini menjadi langkah konkret menghidupkan kembali fungsi ruang publik berbasis partisipasi masyarakat.

"Pasar desa memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas sosial dan kebudayaan," ucapnya saat dikonfirmasi TribunJatim.com pada Rabu (18/2/2026).

Ia menjelaskan, lebih dari 50 peserta ambil bagian dalam gelaran tersebut, baik secara individu maupun kelompok.

Para penampil tidak hanya berasal dari Morosunggingan, tetapi juga dari sejumlah desa dan kecamatan di sekitarnya.

"Kolaborasi ini membuka ruang bagi seniman lokal untuk tampil sekaligus mempererat kebersamaan antarwilayah," ujarnya melanjutkan.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan mendorong pergerakan ekonomi warga.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved