Pengusaha Besi Jombang Santuni 300 Tukang Becak Jelang Idulfitri

Menjelang Hari Raya Idulfitri, ratusan tukang becak di Kabupaten Jombang mendapatkan bantuan dari seorang pengusaha besi setempat.

Tayang:
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/Anggit Puji Widodo
RAMADAN - Ratusan tukang becak saat antre menerima bantuan dari pengusaha besi di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (14/3/2026). Tradisi rutin setiap bulan ramadan. 

 

Ringkasan Berita:
  • Pengusaha besi Ahmad Suudi Yatmo membagikan santunan kepada sekitar 300 tukang becak di Kabupaten Jombang menjelang Idulfitri.
  • Bantuan berupa uang tunai, serta sorban dan sajadah bagi tukang becak yang sudah lanjut usia.
  • Kegiatan berbagi ini merupakan tradisi tahunan Ramadan yang dilakukan pemilik usaha Djagad Besi sebagai bentuk rasa syukur.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Puji Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Menjelang Hari Raya Idulfitri, ratusan tukang becak di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendapatkan bantuan dari seorang pengusaha besi setempat.

Kegiatan berbagi tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian kepada para pekerja sektor informal.

Ialah H. Ahmad Suudi Yatmo, pengusaha sekaligus pemilik usaha 'Djagad Besi' yang berasal dari Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang

Sabtu (14/3/2026) sore, ia mengundang sekitar 300 tukang becak untuk menerima bantuan berupa uang tunai.

Selain itu, bagi tukang becak yang sudah lanjut usia juga diberikan perlengkapan ibadah berupa sorban dan sajadah.

Suudi menjelaskan, kegiatan berbagi tersebut telah menjadi tradisi yang rutin ia lakukan setiap bulan Ramadan sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang diterimanya.

"Ini bentuk tasyakuran. Setiap Ramadan kami berusaha berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Tahun ini kami memilih para tukang becak," ucapnya kepada Tribunjatim.com. 

Baca juga: Ledakan Petasan di Gudo Jombang Lukai 5 Remaja, Satu Korban Jalani Amputasi Jari

Para penerima bantuan datang dari berbagai daerah di sekitar Mojoagung.

Mereka berasal dari sejumlah kecamatan seperti Sumobito, Mojowarno, Peterongan, Kesambenan, hingga wilayah Trowulan di Kabupaten Mojokerto.

Menurut Suudi, pemberian sorban dan sajadah memiliki makna khusus.

Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi pengingat bagi para penerima agar semakin rajin menjalankan ibadah.

"Harapannya mereka selalu ingat salat dan semakin semangat beribadah," katanya.

Ia juga mengaku sengaja memilih tukang becak sebagai penerima sedekah karena ingin terus menjaga hubungan baik dengan mereka.

Bahkan di luar kegiatan tersebut, ia kerap memberikan bantuan kecil ketika bertemu para tukang becak di jalan.

Baca juga: Senyum Bahagia Anak Yatim di Kediri Diajak Belanja Baju Lebaran oleh Bupati Mas Dhito

"Kalau bertemu biasanya saya beri sedikit uang. Dulu juga pernah membagikan kaos bergambar Djagad Besi," ungkapnya. 

Suudi berharap kegiatan berbagi ini membawa keberkahan bagi semua pihak, terutama di bulan Ramadan yang penuh dengan nilai kepedulian.

"Yang penting kita saling mendoakan agar semua diberi keselamatan dan keberkahan," pungkasnya. 

Sementara itu, salah satu tukang becak penerima bantuan, Nupin (67), warga Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.

Ia mengatakan uang tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Untuk belanja kebutuhan di rumah," tuturnya.

Nupin mengungkapkan, penghasilan sebagai tukang becak tidak menentu.

Ia biasanya mangkal di Terminal Mojoagung dan terkadang pulang tanpa membawa penghasilan.

"Kadang dapat penumpang, kadang tidak. Kalau ramai bisa dapat sekitar Rp50 ribu sehari, tapi kalau sepi ya pulang tanpa uang," pungkasnya

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved