LPG 3 Kg Langka di Jombang, DPRD Desak Distribusi Dibenahi

Ketua Komisi B DPRD Jombang, Anas Burhani, menyatakan pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat terkait sulitnya memperoleh LPG 3 kg

Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Anggit Puji Widodo
LPG LANGKA - Anas Burhani, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang, Jawa Timur saat dikonfirmasi di Kantor DPC PKB Jombang, Kabupaten Jombang Jawa Timur, Rabu (15/4/2026). Akui banyak terima laporan. 
Ringkasan Berita:
  • Kelangkaan LPG 3 kg terjadi di sejumlah wilayah Jombang akibat distribusi tersendat. 
  • DPRD mendesak perbaikan distribusi dan pengawasan untuk mencegah penimbunan. 
  • Warga dan pelaku UMKM terdampak, bahkan harus mencari gas hingga luar kecamatan.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo.

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Kelangkaan elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kondisi ini memicu perhatian DPRD setempat yang mendesak adanya pembenahan distribusi.

Ketua Komisi B DPRD Jombang, Anas Burhani, menyatakan pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat terkait sulitnya memperoleh LPG 3 kg di tingkat pengecer.

"Keluhan warga memang meningkat dalam beberapa hari terakhir. Mereka kesulitan mendapatkan LPG bersubsidi," ucapnya saat dikonfirmasi Tribunjatim.com pada Rabu (15/4/2026).

Baca juga: Soal Motor untuk Operasional Kades, Pemdes Jombang Belum Berani Masuk ke Tahap Pengadaan

Distribusi Diduga Tersendat

Menurut dia, tersendatnya distribusi di lapangan diduga menjadi salah satu penyebab utama kelangkaan. Selain itu, lonjakan kebutuhan masyarakat juga memperparah kondisi sehingga pasokan di tingkat bawah menjadi tidak merata.

DPRD, kata Anas, akan mendorong pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem distribusi agar ketersediaan LPG kembali normal.

Pengawasan juga perlu diperketat guna mencegah praktik penimbunan maupun penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).

Warga dan UMKM Terdampak

"Distribusi harus dipastikan lancar dan merata. Kami juga minta ada tindakan tegas terhadap pelanggaran, termasuk penimbunan dan penjualan di atas HET," ujarnya melanjutkan.

Ia juga menekankan bahwa LPG 3 kg merupakan barang subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, penyalurannya harus tepat sasaran.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar tidak memperburuk kondisi di lapangan.

"Kami harap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying," ungkapnya.

Baca juga: Program Desa Mantra 2026 di Jombang Mulai Dicairkan, RT dan RW Ikut Dapat Insentif

Kelangkaan ini turut dirasakan pelaku UMKM. Nasihin (43), pedagang nasi pecel, mengaku kesulitan memperoleh LPG untuk keperluan memasak. Ia bahkan harus berkeliling ke beberapa kecamatan seperti Peterongan dan Sumobito, namun tidak menemukan stok.

Gas baru berhasil ia dapatkan setelah mencari hingga wilayah Mojoagung.

"Sudah keliling ke beberapa tempat, tapi kosong. Akhirnya dapat di Mojoagung," ujarnya saat dikonfirmasi.

Nasihin mengaku khawatir jika kondisi ini terus berlangsung karena dapat mengganggu keberlangsungan usahanya. Ia bahkan mempertimbangkan untuk menghentikan sementara aktivitas berjualan.

"Kalau masih langka, terpaksa tidak jualan dulu. Tidak bisa masak tanpa gas," pungkasnya.

Kepala Disdagrin Jombang Anjik Eko Saputro saat dikonfirmasi mengenai kelangkaan LPG 3 Kilogram mengatakan sudah menerima adanya informasi tersebut.

"Iya, informasinya juta seperti itu (kelangkaan LPG 3 Kg)," ucapnya saat dikonfirmasi Tribunjatim.com pada Senin (13/4/2026).

Ditanya apakah ada pengaruh dari gejolak ekonomi global, termasuk peran konflik di timur tengah terhadap kelangkaan LPG tersebut, ia mengatakan ada pengaruh.

"Dampak dari ekonomi global termasuk perang dunia. Informasinya seperti itu," ujarnya melanjutkan.

Guna mengantisipasi hal tersebut, pihaknya sudah melakukan monitoring ke lapangan, guna memantau kondisi saat ini.

"Kami bersama teman-teman monitoring dan memantau di lapangan melihat kondisi di lapangan," katanya.

Terkait penyebab kelangkaan, apakah dipengaruhi karena pasokan yang berkurang atau keterlambatan pengiriman dari distributor, ia menyebut ada keterlambatan distribusi.

"Sebenarnya tidak ada pengurangan, hanya pengirimannya yang terlambat. Keterlambatan pengiriman dari Surabaya," pungkas Anjik.

Kelangkaan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram dikeluhkan warga di Kabupaten Jombang dalam beberapa waktu terakhir. Sejak awal April 2026, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan pasokan, bahkan harus mencari hingga ke luar kecamatan.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved