Dari Kayu Waru, Perajin Jombang Lestarikan Tradisi Wayang Topeng Jatiduwur
Suara ketukan pahat terdengar ritmis dari sebuah sudut Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jatim.
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Perajin di Desa Jatiduwur, Jombang, terus melestarikan tradisi Wayang Topeng dengan membuat topeng dari kayu waru.
- Sanggar Wayang Topeng Tri Purwo Budoyo mengajak generasi muda belajar menari sekaligus membuat topeng.
- Produk topeng tidak hanya untuk pentas, tetapi juga dikembangkan որպես cendera mata dan merchandise.
Laporan Wartaawan Tribun Jatim Network, Anggit Pujie Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Suara ketukan pahat terdengar ritmis dari sebuah sudut Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jatim.
Di sana, seorang perajin yang akrab disapa Kopral duduk bersila, menekuni sepotong kayu waru di tangannya.
Perlahan, serpihan demi serpihan terlepas, membentuk lekuk wajah topeng dengan karakter khas tegas, penuh makna, dan sarat cerita.
Di Sanggar Wayang Topeng Tri Purwo Budoyo, proses itu bukan sekadar pekerjaan tangan, melainkan upaya merawat ingatan kolektif.
Tradisi Wayang Topeng Jatiduwur yang telah lama hidup di tengah masyarakat kini terus dihidupkan kembali, salah satunya melalui pengembangan pembuatan topeng.
Kayu waru dipilih bukan tanpa alasan. Selain mudah ditemukan di sekitar desa, bahan ini memiliki serat yang lentur sehingga memudahkan perajin membentuk detail karakter.
Dari bahan sederhana itulah lahir beragam rupa tokoh yang selama ini dikenal di panggung pertunjukan.
Baca juga: Wayang Topeng Malang, Warisan Budaya Adiluhung yang Sarat Makna Filosofi Kehidupan
Baca juga: Kucing-kucingan dengan Petugas, Arena Judi Sabung Ayam di Jombang Kerap Berpindah Tempat
Bagi pengelola sanggar, Isma Hakim, langkah ini adalah bagian dari ikhtiar menjaga warisan budaya agar tetap relevan di tengah perubahan zaman. Ia ingin generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku.
"Anak-anak kami ajak belajar menari sekaligus mengenal bagaimana topeng itu dibuat," ucap Isma saat dikonfirmasi Tribunjatim.com pada Selasa (21/4/2026).
Tak hanya untuk kebutuhan pementasan, topeng-topeng yang diproduksi juga disiapkan sebagai cendera mata.
Harapannya, setiap pengunjung yang datang bisa membawa pulang sepotong cerita dari Jatiduwur. Bahkan ke depan, berbagai elemen lain seperti selendang, koncer, hingga ornamen pendukung pertunjukan juga akan diproduksi secara mandiri.
"Kami inisatif kedepan akan memproduksi elemen lain, seperti selendang, koncer, sampai fasilitas pendukung pertunjukan lainnya," ujarnya melanjutkan.
Langkah pengembangan ini mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Setyo Yanuartuti dari Universitas Negeri Surabaya.
Kabupaten Jombang
Kecamatan Kesamben
Desa Jatiduwur
Tradisi Wayang Topeng Jatiduwur
kayu waru
Jombang
Perajin
| Identitas Jasad di Ladang Jagung Wonosalam Jombang Belum Terungkap, Polisi Pakai Tes DNA |
|
|---|
| Fakta Baru Penemuan Jasad Pria di Sungai Megaluh Jombang, Korban Dihabisi Pakai Sajam |
|
|---|
| Tersangka Pembunuhan Jasad Pria di Sungai Megaluh Ditangkap, Cemburu Buta Pacar Didekati |
|
|---|
| Kucing-kucingan dengan Petugas, Arena Judi Sabung Ayam di Jombang Kerap Berpindah Tempat |
|
|---|
| Penyelidikan Kasus Penemuan Jasad di Ladang Jagung Jombang, Ada Handphone di Saku Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pembuatan-wayang-topeng-jatiduwur-di-Desa-Jatiduwur-Kecamatan-Kesamben-Jombang.jpg)