Jelang Munas X, LDII Kediri Serap Aspirasi Warga Lewat Momen Lebaran

Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional X LDII yang akan berlangsung pada 7-9 April mendatang, DPD LDII Kota Kediri mulai mengintensifkan

Istimewa/LDII Kota Kediri
Pihak LDII Kediri saat mengunjungi sejumlah tokoh di daerah untuk menyerap aspirasi warga di momen Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Hal ini dilakukan jelang perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang akan digelar pada 7-9 April mendatang. 

 

Ringkasan Berita:
  • DPD LDII Kota Kediri memperkuat komunikasi menjelang Munas X yang digelar 7–9 April 2026.
  • Momentum Idul Fitri dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
  • Aspirasi dari daerah akan dibawa sebagai bahan perumusan kebijakan di tingkat nasional.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional X LDII yang akan berlangsung pada 7-9 April mendatang, DPD LDII Kota Kediri mulai mengintensifkan langkah strategis di tingkat daerah. 

Momentum Idulfitri dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi terbuka untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, yang meminta seluruh jajaran organisasi menjadikan momen silaturahim Lebaran sebagai sarana menjaring masukan.

Aspirasi tersebut nantinya akan menjadi bahan penting dalam merumuskan kebijakan strategis organisasi di tingkat nasional.

Di Kota Kediri, instruksi tersebut langsung direspons dengan kesiapan penuh. Ketua DPD LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, menyebut pihaknya akan bergerak cepat membangun komunikasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga tokoh masyarakat.

"Kami di Kota Kediri siap menjalankan amanat pusat. Silaturahim Idul Fitri ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana strategis bagi kami untuk mendengar langsung suara dan kebutuhan warga Kediri. Aspirasi ini akan kami rangkum sebagai kontribusi pemikiran dari daerah untuk dibawa ke forum Munas X nanti," kata Agung Riyanto dalam keterangan yang diterima, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, penguatan komunikasi ini menjadi langkah penting agar peran organisasi di tingkat daerah benar-benar dirasakan masyarakat. Ia menekankan bahwa sinkronisasi antara program pusat dan kebutuhan lokal harus menjadi prioritas utama.

Baca juga: LDII Jombang Gelar Musda ke-10, KH Moch Amrodji Tekankan Program Harus Bersinergi dengan Pemerintah

"Peran LDII di daerah harus konkret dan berdampak. Karena itu, kami memastikan setiap program yang dijalankan sejalan dengan kebutuhan riil masyarakat," imbuhnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris DPD LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, yang menilai bahwa validitas aspirasi dari akar rumput menjadi kunci dalam menentukan arah kebijakan organisasi ke depan.

"Komunikasi yang harmonis dengan para pemangku kepentingan di Kediri, mulai dari jajaran birokrasi hingga pimpinan ormas lain, sangatlah penting. Kami ingin memastikan suara dari bawah tersampaikan dengan baik. Dengan begitu, LDII bisa terus hadir sebagai organisasi yang responsif dan solutif bagi permasalahan di Kota Kediri," jelasnya.

Ia menambahkan, Munas X LDII tidak hanya menjadi forum konsolidasi internal, tetapi juga momentum untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan nasional. Aspirasi yang dihimpun dari daerah diharapkan mampu mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat.

"Dengan semangat Idul Fitri, kami berkomitmen mempererat sinergi demi menjaga kerukunan serta mendukung percepatan pembangunan di Kota Kediri selaras dengan visi nasional," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved