Kontes Ternak di Kabupaten Kediri Diharap Bisa Dongkrak Kualitas dan Harga Sapi
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana harap hasil kontes ternak di Kabupaten Kediri mampu mendorong peningkatan kualitas nilai jual sapi
Penulis: Isya Anshori | Editor: Ndaru Wijayanto
"Saya bilang, maka kontes ternak ini kalau bisa dan harus bisa setiap tahun kita adakan dan sebagai kontes ternak yang ya minimal se-Jawa Timur lah paling baik," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Mas Dhito juga mencatat capaian bobot sapi peserta kontes. Ia menyebut ada sapi usia empat tahun dengan berat mencapai lebih dari 1,2 ton.
"Saya mau ngejar berat sapi nasional di angka 1,2 ton lebih, kalau 1 ton 405 kilo itu berat rekor nasional tadi katanya mau mengejar itu," ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menjelaskan kontes ternak ini memiliki sejumlah tujuan strategis. Selain itu, agenda ini juga dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222.
"Tujuan yang pertama memberikan edukasi, informasi dan juga pendidikan usaha budidaya peternakan serta kesehatan hewan," jelasnya.
Selain itu, kontes ternak juga menjadi bentuk apresiasi pemerintah kepada para peternak sekaligus membuka peluang investasi di sektor peternakan.
"Kemudian yang kedua sebagai bentuk apresiasi pemerintah Kabupaten Kediri kepada seluruh pelaku usaha peternakan yang ada di Kabupaten Kediri, yang ketiga memberikan ruang investasi di bidang usaha peternakan," tambahnya.
Tutik menyebut, kontes ternak tahun 2026 diikuti 134 ekor sapi dari 26 kecamatan dengan total 10 kategori perlombaan, mulai dari peranakan ongole hingga sapi kreman ekstrem.
"Peserta lomba diikuti dari 26 kecamatan se Kabupaten Kediri dengan jumlah peserta 134 ekor untuk 10 kategori," ungkapnya.
Pada kategori ekstrem, sapi dengan bobot mencapai 1.214 kilogram berhasil keluar sebagai juara pertama. Capaian ini menunjukkan kualitas peternak Kediri yang semakin meningkat.
Juara pertama kelas ekstrem diraih oleh Yuda Pratama, peternak asal Kecamatan Ringinrejo. Ia mengaku keberhasilan tersebut tidak lepas dari konsistensi dalam perawatan sapi.
"Perawatannya yang penting itu konsisten ke arah manajemen pakan. Yaitu seperti comboran tidak berubah, kehijauan, tetap tiap hari. Terus sama mandi tidak pernah telat. Soalnya sapi jumbo itu rawan stres," ujarnya.
Yuda juga menyampaikan rasa bangganya bisa mengikuti kontes ternak untuk pertama kalinya dan langsung meraih juara.
"Iya, senang, bahagia mengikuti kontes ini," katanya.
Ke depan, ia berharap kontes ternak di Kabupaten Kediri terus digelar dan mampu mendorong kemajuan sektor peternakan di daerah.
"Harapannya ya semoga saja perternakan Kediri bisa maju untuk ke depannya semaksimal mungkin," tandasnya
| Bocah Berkebutuhan Khusus di Kediri Sempat Enggan Sekolah, Mas Dhito Hadir Beri Harapan Baru |
|
|---|
| Jelang Idul Adha 2026, RPH Kabupaten Kediri Siap Tampung Puluhan Hewan Kurban |
|
|---|
| Bupati Kediri Mas Dhito Turun Langsung ke Warga, Bantu Lansia Tunanetra Pastikan Beri Bantuan |
|
|---|
| Program Gayatri Bojonegoro Disorot DPRD: Anggaran Rp89 Miliar Diduga Bocor, Penerima Malah Jual Aset |
|
|---|
| Ratusan Peternak Ramaikan Kontes Sapi di Wates Kediri, Tersedia 10 Kategori Perlombaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Bupati-Kediri-Hanindhito-Himawan-Pramana-saat-melihat-juara-kontes-ternak.jpg)