Ada 79 Kasus DBD di Lumajang Sepanjang 2026, 1 Meninggal Dunia

Puluhan pasien yang terpapar penyakit DBD sangat bervariasi usianya, mulai dari balita, anak hingga dewasa.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Alga W
ISTIMEWA
DEMAM BERDARAH DENGUE - Upaya nyata mencegah penyebaran demam berdarah (DBD) dilakukan oleh Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, yang turun ke kawasan Jalan Nyamplungan Balokan, Surabaya, Jawa Timur, melakukan fogging ke sekitar 250 rumah warga, Selasa (22/7/2025). Ada 79 kasus DBD yang ditemukan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, selama 2026. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur mencatat sebanyak 79 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang ditemukan selama 2026.

Hal itu berdasarkan akumulasi laporan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang mulai Januari hingga April tahun ini.

Baca juga: Positif Narkoba, 31 Wisatawan Surabaya di Pantai Wediawu Malang Kini Jalani Rehabilitasi

"Kasus DBD dari januari sampai april 2026 total 79 kasus," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Lumajang, dr Marshall, melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, puluhan pasien yang terpapar penyakit tersebut sangat bervariasi usianya, mulai dari balita, anak hingga dewasa.

"Umur 1-4 tahun, satu kasus, umur 5-14 tahun 6 kasus, umur 15-44 tahun ada 11 kasus dan 44 tahun ke atas ada 5 kasus," kata Marshall.

Jumlah pasien yang ditemukan terserang penyakit akibat nyamuk aides aegypti tertinggi pada awal tahun.

Kata dia, pada Januari 2026, ada sebanyak 34 kasus.

Sementara pada Februari dan Maret 2026 jumlah kasus yang ditemukan justru mengalami penurunan signifikan, dan meningkat kembali pada April.

"Januari 34 (kasus), Februari 13 (kasus), Maret 9 (kasus) dan April 23 (kasus)," ungkap Marshall.

Sementara dari 23 kasus yang ditemukan pada April 2026 kemarin.

Marshall mengungkapkan, ada satu pasien sampai meninggal dunia akibat DBD, sebab kondisinya sudah terlalu parah.

"Jadi dari 23 kasus bulan April, 1 di antaranya meninggal dunia. Benar (parah) kondisinya sampai terjadi syok akibat DBD," ulasnya.

Marshall mengatakan, penyakit ini kadang tidak bisa diprediksi, sebab dapat menyebabkan efek syok yang berbahaya, bahkan mengakibatkan meninggal dunia.

"Tergantung dari kondisi kekebalan pasien dan tingkat virulensi virus DBD-nya," ulasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved