Kaki Menghitam dan Nyeri saat Beraktivitas? Waspada Penyakit Arteri Perifer, Berakibat Amputasi!
Kaki yang terasa nyeri saat berjalan atau melakukan aktivitas, lalu membaik ketika beristirahat, seringkali dianggap sebagai gejala asam urat
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kaki yang terasa nyeri saat berjalan atau melakukan aktivitas, lalu membaik ketika beristirahat, seringkali dianggap sebagai gejala asam urat atau kelelahan biasa.
Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa gejala tersebut bisa menjadi alarm awal dari penyakit yang jauh lebih serius dan berpotensi menyebabkan amputasi, yaitu Penyakit Arteri Perifer / Peripheral Artery Disease (PAD).
Bulan September 2025 menjadi momentum yang bertepatan dengan agenda peringatan PAD Awareness di dunia, sebuah agenda untuk menyebarkan kesadaran publik atas urgensi penyakit arteri perifer.
Berangkat dari urgensi tersebut, Tribun Jatim akan memberikan ulasan edukatif yang mengupas tuntas segala hal tentang penyakit arteri perifer mulai dari informasi gejala hingga cara penyembuhannya.
Informasi objektif akan dibeberkan langsung oleh Dokter Jantung Sub-Spesialis Vaskular dari Rumah Sakit Premier Surabaya, yakni dr. Rendra Mahardhika Putra, Sp.JP, Subsp.Vas (K), FIHA.
Mengenal Penyakit Arteri Perifer (Peripheral Artery Disease)
Penyakit Arteri Perifer atau Peripheral Artery Disease (PAD) secara sederhana dapat didefinisikan sebagai kondisi penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah arteri.
Meskipun secara terminologi dapat terjadi pada pembuluh darah di tangan, ginjal, atau leher, dr. Rendra menegaskan bahwa PAD paling sering terjadi pada pembuluh darah di kaki.
Secara umum, PAD didefinisikan sebagai penyakit pada pembuluh darah di luar jantung dan kepala . Akibatnya, aliran darah tidak lancar dan otot-otot di kaki tidak mendapatkan suplai oksigen dan glukosa yang cukup saat beraktivitas.
"Kalau PAD, biasanya dibuat jalan sakit karena ototnya perlu oksigen tapi nggak bisa dapat oksigen. Tapi waktu istirahat dia membaik," ujar dr. Rendra.
Lebih lanjut, dr. Rendra menjelaskan bahwa PAD bukanlah masalah yang berdiri sendiri, melainkan kondisi yang sangat berkaitan erat dengan kebiasaan buruk dan penyakit sistemik.
Dua faktor risiko terbesar yang disebutnya adalah diabetes dan merokok. "Rokok itu membuat pembuluh darahnya kaku. Sama seperti diabet juga, diabet itu bikin pembuluh darahnya juga terganggu," jelasnya.
Baca juga: Ikuti Gowes Merdeka Premier Place Hotel, Puluhan Pesepeda Keliling Spot Wisata Ikon Kota Surabaya
Ia menambahkan bahwa tingginya kadar gula darah pada pasien diabetes menyebabkan peradangan yang membuat lapisan pembuluh darah (endotel) rusak.
Hal ini membuat pembuluh darah menjadi tidak fleksibel, mirip seperti pipa yang mudah berkerak atau rusak, sehingga memicu terbentuknya plak yang bisa menjadi sumbatan.
Selain itu, pasien diabetes juga memiliki risiko ganda karena imunitas yang menurun.
Penyakit Arteri Perifer
Rumah Sakit Premier Surabaya
pembuluh darah
berita Surabaya hari ini
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
dr. Rendra Mahardhika Putra
| Alasan Brasil Jadi Jagoan Legenda Persebaya di Piala Dunia 2026, Singgung Serie A |
|
|---|
| Jadwal dan Lokasi 29 Acara Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Grebeg Suro 2026 |
|
|---|
| Pakar Hukum UGM Desak Seskab Teddy Jawab Batasan APBN untuk Kunker Luar Negeri Prabowo |
|
|---|
| Sosok Said Iqbal, Presiden Partai Buruh yang Santer Diisukan Masuk Kabinet Prabowo |
|
|---|
| Hanafi Mendadak Terkapar saat Live TikTok, Muncul Suara Letusan setelah Temannya Tiba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/dr-Rendra-Mahardhika-Putra.jpg)