Kenalan dengan VO2 Max, Kunci untuk Lari Lebih Bugar dan Tahan Lama

VO2 Max sangat penting untuk mengetahui seberapa baik jantung memompa darah dan memasok oksigen dari darah ke otot.

Tayang:
Editor: Dwi Prastika
Istimewa
VO2 MAX - Pemeriksaan VO2 Max untuk mengukur jumlah maksimal oksigen yang dapat digunakan tubuh. Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Taufan Favian Reyhan, Sp.KO menjelaskan, VO2 Max sangat penting untuk mengetahui seberapa baik jantung memompa darah dan memasok oksigen dari darah ke otot, Jumat (2/1/2026). 

TRIBUNJATIM.COM - Saat berlari, anda mungkin fokus pada jarak, kecepatan, atau jumlah kalori yang terbakar.

Namun, ada indikator penting yang sering terabaikan, yaitu kebugaran jantung dan paru-paru.

Aspek ini dapat dinilai melalui pemeriksaan VO2 Max untuk mengukur jumlah maksimal oksigen yang dapat digunakan tubuh.

Tak hanya mendukung performa lari, VO2 Max juga bermanfaat untuk jenis olahraga lain seperti bersepeda, sepak bola, basket, futsal, tinju, hiking, tenis, dan lainnya. 

Namun, seberapa penting VO2 Max bagi pelari?

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Taufan Favian Reyhan, Sp.KO menjelaskan, VO2 Max sangat penting untuk mengetahui seberapa baik jantung memompa darah dan memasok oksigen dari darah ke otot.

"Oksigen ini dibutuhkan untuk menghasilkan sumber energi bernama adenosine triphosphate (ATP), yang membuat tubuh mampu bergerak lebih optimal saat berlari,” ujar dr Taufan Favian Reyhan, dalam keterangan yang diterima pada Jumat (2/1/2026).

Selain itu, VO2 Max juga bisa digunakan untuk menilai performa atletik secara keseluruhan dan menyusun program latihan yang efektif, mulai dari intensitas, durasi, hingga jenis latihan yang sesuai dengan kebutuhan tiap individu. 

Lebih lanjut, dr Taufan menjelaskan bagaimana tes VO2 Max dilakukan.

“Tes VO2 Max dilakukan dengan berbagai metode, salah satu yang paling umum adalah menggunakan treadmill dengan intensitas yang meningkat secara bertahap. Peserta mengenakan masker khusus dan alat pengukur detak jantung untuk memantau seberapa banyak oksigen yang digunakan tubuh selama berolahraga hingga mencapai batas maksimal. Tes akan dihentikan saat peserta merasa sangat lelah,” jelas dr Taufan.

Baca juga: Jangan Biarkan Nyeri Lutut Ganggu Rutinitas! Atasi dengan Knee Arthroplasty

Pengukuran VO2 Max dinyatakan dalam satuan mililiter oksigen per menit per kilogram berat badan (mL/kg/menit).

Semakin tinggi nilai VO2 Max, semakin bugar tubuh Anda untuk berlari.

“Meski begitu, tidak ada skor VO2 Max yang ideal bagi semua orang, karena angka VO2 Max sangat bergantung pada masing-masing individu.” lanjut dr Taufan.

Senada dengan itu, Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik dari Mayapada Hospital Surabaya, dr Abdul Jabbar Al Hayyan, Sp. KFR, FEMG, FIPM (USG), AIFO-K, menjelaskan, nilai VO2 Max dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti usia, jenis kelamin, intensitas olahraga, dan lokasi dataran misalnya, berada di pegunungan atau dataran rendah. 

“Beberapa faktor seperti jenis kelamin dan usia berada di luar kendali kita. Seiring bertambahnya usia, nilai VO2 Max pun biasanya menurun. Namun, sebagian besar penyerapan oksigen bergantung pada tingkat kebugaran, yang dapat dikelola,” ungkap dr Hayyan, dalam keterangan yang diterima pada Jumat (2/1/2026).

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved