Infeksi Jantung pada Anak Harus Diwaspadai, IDAI: Berisiko Sebabkan Komplikasi Serius

Dokter spesialis anak dr Sarah Rafika Nursyirwan, Sp.A, Subsp.Kardio(K) mengatakan infeksi jantung pada anak memang tergolong

Tayang:
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network
KESEHATAN ANAK - dr. Sarah Rafika Nursyirwan, Sp.A, Subsp.Kardio(K) - Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam webinar, Selasa (2/6/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Infeksi jantung pada anak memang jarang terjadi, tetapi berisiko menyebabkan komplikasi serius hingga mengancam nyawa jika terlambat ditangani.
  • Jenis infeksi jantung pada anak meliputi perikarditis (selaput jantung), miokarditis (otot jantung), dan endokarditis infektif (lapisan terdalam jantung).

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Dokter spesialis anak dr Sarah Rafika Nursyirwan, Sp.A, Subsp.Kardio(K) mengatakan infeksi jantung pada anak memang tergolong kasus yang jarang ditemukan.

Namun, penyakit ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat menimbulkan komplikasi serius hingga mengancam nyawa apabila terlambat didiagnosis dan ditangani.

Sebagai organ vital yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh, jantung dapat mengalami gangguan ketika terinfeksi bakteri, virus, maupun akibat reaksi autoimun yang menyerang jaringan jantung.

Kondisi tersebut berisiko menyebabkan kerusakan katup jantung, penurunan fungsi pompa jantung, hingga gagal jantung jika tidak segera mendapat penanganan medis.

“Infeksi mengenai jantung tentunya bisa berakibat fatal karena kita ketahui organ jantung itu adalah organ sangat vital. Fungsinya sangat penting untuk memompa darah ke seluruh tubuh,” ucap dr. Sarah Rafika Nursyirwan, Sp.A, Subsp.Kardio(K) - Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi IDAI dalam webinar, Selasa (2/6/2026).

Baca juga: Hobi Melukis Dokter Spesialis Anak Jadi Jalan Sunyi Bantu Pasien

Dokter Sarah menyebut bila terlambat dikenali, kondisinya dapat berdampak menyebabkan komplikasi berkelanjutan.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala sejak dini dan segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda-tanda yang mencurigakan.

Infeksi jantung pada anak dapat terjadi di berbagai bagian jantung. Jika peradangan terjadi pada selaput terluar jantung, kondisi tersebut disebut perikarditis.

“Penyebab paling sering di seluruh dunia memang karena virus, tapi di Indonesia penyebabnya karena Tuberkulosis yang biasanya tidak teratasi dengan tuntas. Jadi hati-hati pada anak-anak juga bisa mengalami tuberkulosis yang dapat menyerang selaput luar jantung,” sebut dr. Sarah.

Sementara itu, infeksi yang menyerang otot jantung dikenal sebagai miokarditis yang dapat mengganggu fungsi pompa jantung. Miokarditis disebabkan oleh virus, salah satunya influenza.

“Segala usia bisa berisiko terutama pada bayi dibawah 5 tahun sangat rentan. Sebagian menyebutkan remaja, dan kondisi anak daya tahan tubuh menurun dan pengobatan autoimun,” sebutnya.

Peradangan pada lapisan terdalam jantung disebut endokarditis infektif. Kondisi disebut sebagian besar dialami oleh anak dengan penyakit jantung bawaan.

“Kuman membentuk vegetasi seperti kerak, dia akan menempel di katup jantung. Bila ada kuman terutama pada anak-anak yang memang dasarnya di jantungnya memiliki kelainan jantung bawaan tentu aliran darahnya mudah membentuk infeksi. Fungsi buka tutup jantung akan terganggu,” sebutnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved