Tangkap Tikus dengan Tradisional ini, Petani Dapat Hasil Memuaskan
Petani di Kota mendapat banyak tikus setelah menangkapnya dengan cara tradisional ini.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Petani di Desa Pendem, Kota Batu merasa sangat dirugikan karena ulah hama tikus yang menyerang tanaman padi mereka.
Alhasil produksi mereka berkurang drastis. Oleh karena itu, petani melakukan pemberantasan dengan cara tradisional. Sejumlah bahan dan alat yang digunakan adalah corong, lilin, klerat, dan sekam.
Sekitar 30 petani menyebar di lahan padi yang sedang dalam masa tanam 70 persen, di Dusun Caru, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Rabu (28/2/2018).
Dengan membawa peralatan dan bahan untuk membasmi hama, mereka mulai menyebarkan racun tikus di setiap lubang.
Sekali dua kali hingga enam kali, belum juga menghasilkan hasil. Belum ada tikus yang keluar.
Namun, tiba-tiba setelah berkali-kali, akhirnya mereka bisa menemukan banyak tikus.
Tak Mau Diajak Berantem Kawanan Preman, Pemuda ini Malah Alami Nasib Mengenaskan
Astaga, Dosen Wanita ini Jadi Penyebar Berita Hoaks di Media Sosial
Gerebek Istri dengan Selingkuhan di Hotel, Suami ini Malah Minta Setoran Puluhan Juta
Serangan tikus ini sudah dirasakan sejak sebulan lalu. Seperti yang dirasakan oleh Jama'ali, petani padi di Desa Pendem. Karena serangan tikus ini, hasil panen padi berkurang bahkan hingga 70 persen.
"Serangan tikus ini sangat merugikan kami. Kadang bahkan sampai tidak panen," katanya.
Pembasmian hama ini dilakukan oleh beberapa pihak, seperti Koramil Junrejo, Camat Junrejo, Dinas Pertanian, dan petani padi di Junrejo. Cara tradisional ini, mereka sebar di setiap lubang tikus yang ada di lahan padi.
Cara pembasmian itu, yakni ada dua, dengan cara membakar lilin yang ditaruh di lubang tikus.
Lalu juga menebarkan racun Klerat yang ditumpuk dengan sekam di setiap titik. Dengan jarak maksimal 3 meter.
Kepala Dinas Pertanian, Sugeng Pramono menambahkan kalau serangan tikus ini selalu dirasakan petani. Apalagi di Kecamatan Junrejo ini merupakan pusat pertanian padi.
"Ini pengendalian hama, kami dengar dari petani di sini mengeluh hasil panennya berkurang karena hama. Makanya kami mengajak beberapa elemen untuk membantu petani," jelas Sugeng.
Ia menambahkan, kegiatan ini nantinya akan berlanjut tidak berhenti di sini. (Surya/Sany Eka Putri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/cara-menangkap-tikus_20180228_111839.jpg)