Dari Kecemasan hingga Hoaks, Remaja Diingatkan Bijak Gunakan Smartphone

Smartphone lekat dengan remaja, menawarkan akses informasi dan hiburan, namun penggunaannya yang berlebihan menimbulkan dampak negatif

Tayang:
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa
BIJAK BERMEDIA SOSIAL - Kegiatan FJPI Jawa Timur yang membahas terkait kecemasan hingga hoaks bersama para pelajar di Surabaya. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Dindik Jatim, Suhartono mewakili Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai di Aula Sabha Nugraha Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Rabu (3/12/2025). 

Dari Kecemasan hingga Hoaks, Remaja Surabaya Diingatkan Bijak Gunakan Smartphone

Ringkasan Berita:
  • Remaja, terutama perempuan, dinilai rentan terhadap dampak negatif penggunaan smartphone seperti kecemasan, kurang tidur, penurunan interaksi langsung, dan paparan hoaks.
  • Dosen UKWMS menekankan pentingnya literasi digital dan cek fakta untuk menangkal misinformasi serta mendorong remaja lebih banyak berinteraksi tanpa gawai.
  • Dinas Pendidikan Jatim mengingatkan bahwa pembelajaran tidak harus selalu gunakan handphone

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Smartphone sangat lekat dengan remaja, menawarkan akses informasi dan hiburan, namun penggunaannya yang berlebihan menimbulkan dampak negatif.

Sehingga penting bagi remaja dan orang tua untuk bijak dalam membatasi waktu layar dan menggunakannya secara positif. 

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Akhsaniyah mengatakan, generasi muda, khususnya remaja dan perempuan, kini menjadi kelompok paling rentan terhadap tsunami informasi dan ancaman misinformasi.

Dalam paparannya, Akhsaniyah menekankan bahwa media sosial tak hanya memengaruhi pola konsumsi informasi, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental.

Tekanan sosial, standar kecantikan, hingga paparan konten negatif menjadikan perempuan sebagai salah satu kelompok yang paling terdampak.

“Smartphone memang membantu kita di banyak pekerjaan, semua bisa dikerjakan dengan cepat, dengan gercep. Tinggal klik semua bisa datang, makanan, jasa pengiriman, artinya smartphone tidak sekadar informasi tapi mencukupi kebutuhan tetapi bagaimana gaya perbedaannya. Semua ada di depan layar, sehingga kita tidak melangkah menggerakan tubuh. Dan itu bisa memunculkan kecemasan dari penetrasi smartphone,” ujar Akhsaniyah, Senin (8/12/2025).

Ia mendorong para remaja untuk mulai berinteraksi dengan sesama, meluangkan waktu dengan permainan tanpa gawai, sehingga dapat menstimulasi interaksi langsung.

“Tidak selalu dengan layar, kita harus mulai berinteraksi dengan sesama. Ada empat akibat smartphone, interaksi secara langsung berkurang, meskipun bersama tapi main gawai sendiri, kurang tidur karena sering scrolling content,” sebutnya.

“Hoaks dapat memicu kecemasan, memecah belah masyarakat, bahkan menghambat pengambilan keputusan rasional. Karena itu, literasi cek fakta harus menjadi gaya hidup digital,” ujarnya.

Sementara itu, sebelumnya Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Jawa Timur menggelar diskusi interaktif bersama 150 pelajar Surabaya di Aula Sabha Nugraha Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Rabu (3/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Sekretaris Dindik Jatim Suhartono, yang menyoroti pentingnya kebijakan bijak terkait penggunaan gawai dan media sosial dalam proses belajar mengajar.

Dalam sesi pemaparan, Suhartono menegaskan bahwa penggunaan media digital memang tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan saat ini. Namun, ia mengingatkan bahwa tidak semua proses pembelajaran harus bergantung pada handphone atau internet.

“Proses pembelajaran itu kadang memang harus memanfaatkan media. Tapi bukan berarti fasilitas itu selalu mempermudah anak tanpa mendorong kreativitas dan inovasinya,” ujar Suhartono.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved