Dari Kecemasan hingga Hoaks, Remaja Diingatkan Bijak Gunakan Smartphone
Smartphone lekat dengan remaja, menawarkan akses informasi dan hiburan, namun penggunaannya yang berlebihan menimbulkan dampak negatif
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Ndaru Wijayanto
Dari Kecemasan hingga Hoaks, Remaja Surabaya Diingatkan Bijak Gunakan Smartphone
Ringkasan Berita:
- Remaja, terutama perempuan, dinilai rentan terhadap dampak negatif penggunaan smartphone seperti kecemasan, kurang tidur, penurunan interaksi langsung, dan paparan hoaks.
- Dosen UKWMS menekankan pentingnya literasi digital dan cek fakta untuk menangkal misinformasi serta mendorong remaja lebih banyak berinteraksi tanpa gawai.
- Dinas Pendidikan Jatim mengingatkan bahwa pembelajaran tidak harus selalu gunakan handphone
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nur Ika Anisa
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Smartphone sangat lekat dengan remaja, menawarkan akses informasi dan hiburan, namun penggunaannya yang berlebihan menimbulkan dampak negatif.
Sehingga penting bagi remaja dan orang tua untuk bijak dalam membatasi waktu layar dan menggunakannya secara positif.
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Akhsaniyah mengatakan, generasi muda, khususnya remaja dan perempuan, kini menjadi kelompok paling rentan terhadap tsunami informasi dan ancaman misinformasi.
Dalam paparannya, Akhsaniyah menekankan bahwa media sosial tak hanya memengaruhi pola konsumsi informasi, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental.
Tekanan sosial, standar kecantikan, hingga paparan konten negatif menjadikan perempuan sebagai salah satu kelompok yang paling terdampak.
“Smartphone memang membantu kita di banyak pekerjaan, semua bisa dikerjakan dengan cepat, dengan gercep. Tinggal klik semua bisa datang, makanan, jasa pengiriman, artinya smartphone tidak sekadar informasi tapi mencukupi kebutuhan tetapi bagaimana gaya perbedaannya. Semua ada di depan layar, sehingga kita tidak melangkah menggerakan tubuh. Dan itu bisa memunculkan kecemasan dari penetrasi smartphone,” ujar Akhsaniyah, Senin (8/12/2025).
Ia mendorong para remaja untuk mulai berinteraksi dengan sesama, meluangkan waktu dengan permainan tanpa gawai, sehingga dapat menstimulasi interaksi langsung.
“Tidak selalu dengan layar, kita harus mulai berinteraksi dengan sesama. Ada empat akibat smartphone, interaksi secara langsung berkurang, meskipun bersama tapi main gawai sendiri, kurang tidur karena sering scrolling content,” sebutnya.
“Hoaks dapat memicu kecemasan, memecah belah masyarakat, bahkan menghambat pengambilan keputusan rasional. Karena itu, literasi cek fakta harus menjadi gaya hidup digital,” ujarnya.
Sementara itu, sebelumnya Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Jawa Timur menggelar diskusi interaktif bersama 150 pelajar Surabaya di Aula Sabha Nugraha Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Rabu (3/12/2025).
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Sekretaris Dindik Jatim Suhartono, yang menyoroti pentingnya kebijakan bijak terkait penggunaan gawai dan media sosial dalam proses belajar mengajar.
Dalam sesi pemaparan, Suhartono menegaskan bahwa penggunaan media digital memang tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan saat ini. Namun, ia mengingatkan bahwa tidak semua proses pembelajaran harus bergantung pada handphone atau internet.
“Proses pembelajaran itu kadang memang harus memanfaatkan media. Tapi bukan berarti fasilitas itu selalu mempermudah anak tanpa mendorong kreativitas dan inovasinya,” ujar Suhartono.
| Sampah Medis Ditemukan di Irigasi Kota Malang, Dinkes dan DLH Lakukan Penyelidikan |
|
|---|
| Arema FC Lolos Lisensi Klub 2026, Manajemen Siap Benahi Aspek Kepelatihan |
|
|---|
| Jelang Idul Adha 2026, Polisi di Lamongan Patroli Kandang Ternak Antisipasi Pencurian |
|
|---|
| Pacitan Dapat 2.737 Bantuan Rumah Layak Huni Tahun 2026, Pemerintah Minta Tepat Sasaran |
|
|---|
| Pelajar Kota Batu Bisa Nikmati Promo Tiket Mikutopia Diskon 50 Persen saat Libur Panjang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kegiatan-FJPI-Jatim-yang-membaha-kecemasan-hingga-hoaks-bersama-para-pelajar-di-Surabaya.jpg)