Ramadan 2026
Kapan Awal Puasa Ramadan 2026? Cek Prediksi Muhammadiyah, Jadwal Sidang Isbat dan Batas Qadha Puasa
Momen Ramadan adalah bulan yang paling dinanti umat Muslim di dunia, termasuk juga di Indonesia.
Ringkasan Berita:Persiapan Ramadan bukan sekadar urusan administratif, melainkan perjalanan spiritual. Berikut adalah tahapan yang dianjurkan oleh para ulama:
- Rajab (Masa Menanam): Membersihkan hati melalui taubat dan permohonan ampun.
- Sya’ban (Masa Menyiram): Meningkatkan intensitas ibadah sunnah dan menata niat.
- Ramadan (Masa Memanen): Melaksanakan kewajiban puasa dan meraih ketakwaan sesuai QS. Al-Baqarah: 183.
TRIBUNJATIM.COM - Momen Ramadan adalah bulan yang paling dinanti umat Muslim di dunia, termasuk juga di Indonesia.
Ramadan tak sekadar pergantian bulan dalam kalender Hijriyah, melainkan fase penting dalam kehidupan spiritual seorang muslim.
Pada bulan inilah kewajiban puasa sebagai salah satu rukun Islam dilaksanakan secara penuh selama satu bulan, disertai berbagai ibadah utama lainnya seperti shalat tarawih, tadarus Alquran, zakat fitrah, hingga i’tikaf di sepuluh malam terakhir.
Puasa Ramadan memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar menahan lapar dan dahaga.
Ia menjadi sarana pembinaan jiwa, latihan pengendalian hawa nafsu, serta proses peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT.
Karena itu, kepastian waktu dimulainya Ramadan menjadi informasi penting agar umat Islam dapat mempersiapkan diri, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.
Prediksi Awal Ramadhan 2026 Menurut Muhammadiyah
Berdasarkan perhitungan yang telah diumumkan secara resmi, Muhammadiyah menetapkan bahwa awal Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Baca juga: Penjelasan Ulama soal Batas Waktu Ganti Puasa Tahun Lalu Sebelum Ramadan 2026
Penetapan ini didasarkan pada metode hisab, yakni perhitungan astronomi yang telah lama digunakan oleh Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Hijriyah.
Mulai tahun 2026, Muhammadiyah secara resmi menerapkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
KHGT merupakan sistem penanggalan Islam berbasis hisab modern yang dirancang untuk menyatukan kalender Hijriyah secara global.
Melalui metode ini, awal bulan Hijriyah, termasuk Ramadan, diharapkan dapat ditetapkan secara seragam di seluruh dunia tanpa perbedaan wilayah.
Dengan penerapan KHGT, Muhammadiyah menilai bahwa penentuan awal Ramadan tidak lagi bergantung pada perbedaan zona rukyat atau pengamatan hilal di masing-masing negara, melainkan pada perhitungan astronomi yang terintegrasi secara internasional.
Pemerintah Masih Menunggu Sidang Isbat
Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama masih akan menunggu hasil sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadhan 2026 secara resmi.
Sidang isbat adalah forum resmi yang digelar pemerintah untuk menentukan awal bulan Hijriyah dengan mengombinasikan metode hisab dan rukyat.
Rukyat sendiri adalah metode pengamatan langsung terhadap hilal, yakni bulan sabit pertama yang menandai masuknya bulan baru dalam kalender Hijriyah.
Ramadan 2026
Ramadan 1447 Hijriah
puasa Ramadan
qadha puasa
utang puasa Ramadan
Muhammadiyah
TribunJatim.com
| Parade Oklik Semarakkan Malam 29 Ramadan di Bojonegoro, 1.100 Obor Dinyalakan |
|
|---|
| Gubernur Khofifah Belanja Bandeng Kawak di Pasar Bandeng Gresik: Rekomendasi Pemudik |
|
|---|
| Doa Akhir Ramadan yang Diajarkan Rasulullah SAW Lengkap dengan Terjemahannya |
|
|---|
| Ciri-ciri Orang Mendapat Lailatul Qadar Ramadan 1447 H/2026 Menurut Buya Yahya |
|
|---|
| Cara Karyawan Freeport Indonesia Meriahkan Ramadan, Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ilustrasi-Ramadan-2026-Simak-awal-Ramadan-2026-menurut-Muhammadiyah.jpg)