Mahasiswa Ubaya Hadirkan Tas Ramah Lingkungan dari Serabut Kelapa Dilengkapi Bibit Bunga
Mahasiswa Ubaya ciptakan tas ramah lingkungan berbahan serabut kelapa yang dilengkapi aksesoris gantungan berisi bibit bunga.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Alga W
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah proses pengeringan yang masih bergantung pada sinar matahari.
"Kondisi musim hujan saat pengerjaan membuat proses pengeringan memakan waktu lebih lama."
"Selain itu, proses penjahitan lembaran serabut kelapa juga cukup sulit karena dilakukan dengan teknik jahit tangan,"kenangnya.
Meski demikian, Emily menambahkan hal tersebut tidak mengurangi semangat tim dalam menyelesaikan produk inovatif tersebut.
Saat ini, mereka belum berencana untuk memproduksi tas tersebut secara massal.
Namun, mereka berharap inovasi ini dapat menginspirasi pelaku industri fesyen untuk lebih berani memanfaatkan bahan alternatif yang ramah lingkungan.
"Kita punya banyak sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan. Tinggal bagaimana kita berinisiatif dan berani bereksperimen untuk menciptakan produk yang lebih berkelanjutan," pungkasnya.
| Anak Polisi Buat Lomba Komentar Rasis Berhadiah Rp 100 Ribu, Sempat Sesumbar Tak Takut Dilaporkan |
|
|---|
| Tawaran Maut Pasutri Bos WO Marwah Tipu Calon Pengantin hingga Rp 2,6 M, Ada Janjikan Kambing Guling |
|
|---|
| Suami Juragan Sepeda Menyesal Tak Selamatkan Istri saat Ruko Simokerto Terbakar, Ingin Ketemu Cucu |
|
|---|
| Akhir Perkara Siska Wali Kota Kendari Laporkan Suami KDRT, Pemkot Klaim Sudah Damai |
|
|---|
| Kunjungan Luar Negeri Prabowo Dikritik, Seskab Teddy Sebut Kelebihan Biaya Ditanggung Pribadi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/mahasiswa-Ubaya-ciptakan-tas-ramah-lingkungan-berbahan-serabut-kelapa.jpg)