Anggaran Dishub Terbatas, Penerangan Jalan di Kabupaten Madiun Belum Maksimal

Kasi Prasarana Jalan Dishub Kabupaten Madiun, Devie Anggara, dari total kebutuhan 10.000 titik, baru mampu memfasilitasi 8.100 titik APJ.

Tayang:
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Torik Aqua
Tribun Jatim Network/Febrianto Ramadani
KURANG BANYAK - Sejumlah titik Alat Penerangan Jalan (APJ) di Kecamatan Mejayan, kerap kali dilalui masyarakat dari arah Kabupaten Madiun, menuju ke pusat pemerintahan daerah setempat, Selasa (3/3/2026). Kebutuhan APJ mengalami kendala akibat minimnya anggaran. Dari total kebutuhan 10.000 titik, baru mampu memfasilitasi 8.100 titik APJ. 
Ringkasan Berita:
  1. Dishub Madiun minta warga menjaga fasilitas APJ.
  2. Ribuan titik APJ dibutuhkan di Kabupaten Madiun.
  3. Keterbatasan anggaran hambat penambahan lampu jalan.

 

TRIBUNJATIM.COM - Minimnya anggaran membuat pemenuhan Alat Penerangan Jalan (APJ) di Kabupaten Madiun belum maksimal.

Kondisi tersebut menjadi kendala utama dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat setempat.

Kasi Prasarana Jalan Dishub Kabupaten Madiun, Devie Anggara mengungkapkan dari total kebutuhan 10.000 titik, baru mampu memfasilitasi 8.100 titik APJ.

“Masih kurang banyak. Selain minimnya anggaran, nominal untuk pemasangan titik APJ baru juga tidak sedikit,” ungkap Devie, Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Rumah Warga di Madiun Terbakar Jelang Sahur, Kerugian Capai Rp20 Juta

Menurutnya, anggaran yang dibutuhkan berkisar antara Rp 17 sampai dengan Rp 20 juta per titik.

Oleh karena itu pihaknya meminta agar masyarakat turut menjaga fasilitas yang telah diberikan oleh Pemkab Madiun.

“Apabila ada kerusakan, masyarakat bisa menghubungi call center Dishub Kabupaten Madiun 08113622666,” ucapnya.

Sementara pada tahun ini Devie menyampaikan pihaknya bakal mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1 miliar untuk penambahan APJ di wilayah Kabupaten Madiun.

“Dari anggaran itu mendapatkan 60 titik APJ baru. Nanti akan tersebar di wilayah yang kondisinya cukup rawan, seperti di wilayah Kampung Baru, Saradan. Jalannya panjang dan gelap, masyarakat mau keluar takut, makanya kami berikan penerangan,” terangnya.

Dirinya berharap keberadaan APJ tidak menjadi sasaran vandalisme yang dapat menurunkan fungsi penerangan sekitar.

“Banyak aksi-aksi vandalisme, misalkan kayak ditempeli baliho dan spanduk. Kalau misalkan mengalami gangguan dapat langsung dilaporkan ke kami,” tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved