Strategi Pengusaha Tempe di Madiun saat Harga Kedelai & Plastik Melonjak 75 Persen

Ongkos produksi semakin meningkat di saat harga plastik untuk bungkus tempe juga ikut naik.

Tayang:
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Sofyan Arif Candra Sakti
NAIK - Pengusaha tempe di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Maria Goreti Gumini, saat proses produksi, Senin (6/4/2026). Harga bahan baku tempe, yaitu kedelai dan plastik mengalami kenaikan. 

Ringkasan Berita:
  • Produsen tempe mengeluhkan melonjaknya harga kedelai dan plastik di pasaran.
  • Kendati harga bahan baku naik, Gumini tidak berani menaikkan harga tempe buatannya.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Produsen tempe di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jawa Timur, mengeluhkan melonjaknya harga kedelai dan plastik di pasaran.

Seorang produsen tempe, Maria Goreti Gumini, menuturkan harga kedelai perlahan merangkak naik.

Baca juga: Belum Sepekan Ditertibkan, PKL Kembali Tempati Jalan Ki Sarmidi Mangun Sarkoro pada Siang Hari

Tiga bulan lalu, harga kedelai masih di angka Rp900 hingga Rp950 ribu per kuintal. 

Harga tersebut naik hingga saat ini harga kedelai impor menjadi Rp1.090.000 per kuintal.

"Ada kenaikan harga kedelai walaupun memang lambat sampai saat ini Rp1.090.000 per kuintal," kata Gumini, Senin (6/4/2026).

Ongkos produksi semakin meningkat saat harga plastik untuk bungkus tempe juga ikut naik.

Bahkan, kenaikannya mencapai 75 persen.

Jika sebelumnya ia membeli plastik dengan harga Rp35 ribu per kilogram, saat ini naik menjadi Rp57 ribu per kilogram.

Sedangkan perharinya ia membutuhkan setidaknya 3-4 kilogram plastik.

"Jadi naiknya hampir 75 persen. Kenaikannya sejak seminggu yang lalu, setelah Lebaran," tambahnya.

Gumini sendiri tidak mengetahui secara pasti penyebab naiknya harga dua komoditas tersebut.

Namun untuk kenaikan harga plastik, ia menduga disebabkan imbas adanya perang di Timur Tengah yang menganggu pasokan minyak dunia.

"Plastik kan bahannya dari minyak juga ya," ucapnya.

Beruntungnya, stok plastik dan kedelai tidak mengalami kelangkaan, sehingga ia tidak pusing dua kali saat belanja bahan baku pembuatan tempe tersebut.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved