PG Rejo Agung Baru Disiapkan Jadi Ikon Wisata Heritage Kota Madiun

PG Rejo Agung memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata sejarah di Kota Madiun.

Tayang:
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Sofyan Arif Candra Sakti
SEJARAH - Plt Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, didampingi General Manager PG Rejo Agung Baru saat Buka Giling PG Rejo Agung Baru, Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Selasa (5/5/2026). Bagus mengajak PG Rejo Agung Baru untuk berkolaborasi mewujudkan wisata heritage di Kota Pendekar. 

Ringkasan Berita:

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Pemerintah Kota Madiun mematangkan konsep pengembangan pariwisata berbasis sejarah.

Salah satu yang kini didorong adalah potensi kerja sama wisata heritage di kawasan Pabrik Gula (PG) Rejo Agung Baru, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, pada Selasa (5/5/2026).

Baca juga: Wacana Penambahan Kuota Siswa Sekolah Rakyat Jombang Jadi 300, Tunggu Regulasi Resmi

Plt Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun menilai, PG Rejo Agung memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata sejarah.

Hal itu tak lepas dari keberadaan bangunan-bangunan kuno, khususnya kompleks rumah dinas dengan arsitektur khas Belanda yang masih terjaga.

Selain nilai historis, posisi PG Rejo Agung Baru yang strategis juga menjadi pertimbangan.

Terletak di pintu masuk sisi utara, kawasan tersebut dinilai sangat potensial menjadi wajah awal Kota Madiun atau Kota Pendekar bagi para pengunjung.

"Saya mengkoneksikan rencana pembangunan Kota Madiun. Saat ini kami fokus menyiapkan Madiun sebagai kota pariwisata," ujar Bagus saat menghadiri Buka Giling di PG Rejo Agung Baru, Selasa (5/5/2026).

"Sejak 2023 sudah dimulai dengan Pahlawan Street Center, dan Rejo Agung ini menjadi pintu masuknya," imbuhnya.

Bagus mengungkapkan, komunikasi dengan pihak PG Rejo Agung telah dilakukan secara intensif.

Sejumlah rencana telah dibahas, mulai dari renovasi rumah dinas hingga penempatan lori atau lokomotif di area depan pabrik sebagai ikon yang memperkuat nuansa heritage.

Menurutnya, keterbatasan sumber daya alam di Kota Madiun menjadi alasan pemerintah harus lebih kreatif dalam mengoptimalkan potensi yang ada, termasuk sektor sejarah dan budaya.

"Kami sedang menyiapkan desain kawasan pintu masuk Kota Madiun di Rejo Agung. Ini akan menjadi daya tarik wisata baru," kata Bagus.

"Salah satunya dengan peningkatan aksesibilitas, seperti pembangunan trotoar yang nantinya bisa menjadi pedestrian baru dan terkoneksi dengan kawasan Rejo Agung," tambahnya.

"Ke depan juga akan ada rute kunjungan wisata di sini," jelasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved