Karapan Sapi Bangkalan Diwarnai Keributan, Peserta Terinjak Sapi hingga Dilarikan Ambulan
Sejumlah video beredar secara masif di sosial media berkaitan keributan dalam pelaksanaan karapan sapi tingkat kabupaten di Stadion RP Moh Noer
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Ahmad Faisol
TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Sejumlah video beredar secara masif di sosial media berkaitan keributan dalam pelaksanaan karapan sapi tingkat kabupaten di Stadion RP Moh Noer, Kelurahan Bancaran, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada Minggu (21/9/2025).
Selain luapan massa, terekam pula satu unit mobil ambulan memasuki arena karapan yang memantik segudang pertanyaan dari para penonton ihwal kejadian sebenarnya.
Kebingungan sejumlah penonton terangkum dari suara obrolan beberapa pria dalam Bahasa Madura yang terdengar dalam video berdurasi 2 menit 20 detik. Keributan dalam videot tersebut tampak terjadi di depan garis start.
‘Bedeh apah kadok? Bedeh tokarah? (Ada apa, ada pertengkaran?). Yak ambulanah masok (mobil ambulan masuk), oh palang mecat arek (Duh gusti menghunus celurit). Korbanah derih dimmah, iyak korbanah e yosong, (korban dari mana, itu dibawa ke ambulan). Areah sapah mecat todik (itu siapa menghunus pisau), tak taoh margenah apah se kesro (entah karena apa keributannya).
Di tengah kebingungan penonton, terdengar dari pengeras suara imbauan dari panitia agar petugas keamanan diminta menuju ke Selatan dan meminta penonton yang ada di tengah arena untuk kembali ke tempat masing-masing.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bangkalan, Hendra Gemma mengungkapkan, penyebab awal keributan dimungkinkan terjadi kesalahpahaman di garis start yang berlangsung sekitar 2 menit dan situasi sudah terkendali.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kericuhan Karapan Sapi Piala Presiden 2023 di Bangkalan, 3 Orang Dikabarkan Luka
“Pelaksanaan karapan sapi tingkat kabupaten yang dilaksanakan kemarin itu sesuai prosedur, lancar, dan terkendali. Terbukti dimulai pukul 10 pagi dan selesai pukul 4 sore, saat pembagian hadiah berjalan lancar. Pak Bupati, Forkopimda, dan beberapa tokoh hadir sampai selesai,” ungkap Gemma di hadapan sejumlah awak jurnalis, Senin (22/9/2025).
Sebanyak 6 pasang sapi pemenang; tiga pasang sapi golongan bawah dan tiga pasang sapi golongan atas berhak melaju ke Final Piala Presiden di Stadion RP Moh Noer Bangkalan pada 19 Oktober 2025 mendatang.
Urutan pertama golongan bawah, Gagak Sakti milik Moh Tohir, Kecamatan Socah, urutan kedua Pelor Mas milik Heri Darmanto, Kecamatan Socah, dan pada urutan ketiga Sonar Muda milik H Samsukdin, Kecamatan Galis.
Untuk golongan atas, urutan pertama yakni Sapi Kerap Berlian Sonar milik H Heri, Desa Banyubunih Kecamatan Galis, urutan kedua yakni DRT Preman Malindos milik Abd Aziz, Kota Bangkalan, dan urutan ketiga Sonar Muda, milik Fais asal Kecamatan Tanah Merah.
Momen Karapan Sapi Piala Presiden digelar Badan Koordinator Wilayah (Bakorwil), diikuti pasangan-pasangan sapi kerap terbaik dari empat kabupaten di Pulau Madura; Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Baca juga: Dijanjikan Lebih Meriah, 48 Pasang Sapi Terbaik Madura Bakal Adu Cepat di Karapan Sapi Sumenep 2025
Satu buah video lainnya berdurasi satu menit enam detik, meyuguhkan suasana memanas dari sekelompok pria di tengah arena pacu sapi kerap. Tampak beberapa orang juga berupaya menenangkan massa.
“Awalnya salah paham yang menjadi pemicu keributan, kesalahpahaman terjadi antar peserta. Maka dari situ ada sesepuh dari karapan sapi menengahi untuk menetralisir, dan selesai tidak ada masalah. Kami sudah konfirmasi ke pihak aparat, sudah terkendali semua,” jelas Hendra.
Disinggung soal keberadaan satu unit ambulan dengan bunyi sirine memasuki arena pacu sapi kerap, Gemma menjelaskan bahwa ada salah seorang pengerap terkena injak kaki sapi, bukan insiden terkena senjata tajam atau sejenisnya.
“Ada salah satu tokoh pengerap yang kena injak kaki sapi, informasinya sampai jarinya putus. Makanya ambulan dipanggil, langsung dibawa dan selesai setelah itu,” pungkas Hendra
Baca juga: Keunikan Karapan Kambing di Kota Probolinggo, Ini Perbedaan dengan Karapan Sapi
| Prediksi Skor PSG vs Liverpool: Klub Asuhan Luis Enrique Diunggulkan, Berstatus Juara Bertahan |
|
|---|
| Heboh SK ASN Palsu di Gresik, Sudah 9 Korban Terdata, Ada yang Sempat Ikut Apel |
|
|---|
| Sidak TPST, Bupati Sidoarjo Subandi Temukan Pengelolaan Sampah Amburadul |
|
|---|
| Anggota Komisi D DPRD Jatim Soroti Infrastruktur ke Tempat Wisata di Situbondo |
|
|---|
| Jelang Muktamar NU, KH Anwar Iskandar Diusulkan Masuk AHWA |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Sejumlah-video-menyuguhkan-suasana-memanas-hingga-memicu-keributan-di-tengah-jalur-pacu-karapan-sapi.jpg)