DLH Sumenep Diminta Maksimalkan Mesin Pengolah Sampah yang Dibeli Seharga Miliaran
Dinas Lingkungan (DLH) Kabupaten Sumenep menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 198.460.000 dari pengolahan sampah
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Ali Hafidz Syahbana
TRUK SAMPAH - Truk muatan sampah melintasi jalan Raya Nasional Kalianget-Sumenep Madura
"Yang paling penting adalah menahan laju penumpukan sampah. Harapannya volume sampah yang masuk ke TPA terus menurun," katanya.
Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Sumenep, M. Muhri meminta agar pemanfaatan mesin pengolah sampah yang dibeli dengan anggaran Rp 2,8 miliar tersebut benar-benar dimaksimalkan.
Menurutnya, selain membantu mengatasi persoalan sampah, keberadaan mesin itu juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD dan pembangunan daerah.
"Karena tujuannya juga untuk meningkatkan pendapatan daerah, maka produksinya harus maksimal agar output-nya benar-benar positif untuk pemkab," tegasnya
Baca Juga
| Kondisi Memprihatinkan Pasar Tradisional di Jember, PAD Sektor Pasar Digenjot |
|
|---|
| Potensi PAD Surabaya Rp8,3 Triliun, Eri Cahyadi Pasang Alat Khusus untuk Pantau Pajak Perusahaan |
|
|---|
| Inovasi Desa di Pasuruan Manfaatkan TKD, Sampah Diolah Jadi Briket, Serap Ratusan Tenaga Kerja |
|
|---|
| Jawaban Eri Cahyadi soal Pengadilan yang Minta Pemkot Surabaya Bayar Rp104 M: Barangnya Harus Ada |
|
|---|
| Gresik dan Lamongan Bakal Lakukan Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/TRUK-SAMPAH-Truk-muatan-sampah-melintasi-jalan-Raya-Nasional-Kalianget-Sumenep-Madura.jpg)