Berita Gresik
Gresik dan Lamongan Bakal Lakukan Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik
Menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo Subianto, pengelolaan sampah berbasis Waste to Energy (WtE) atau sampah menjadi energi listrik
Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, Gresik dan Lamongan ditunjuk untuk mendukung program pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) pada 2026 sebagai bagian dari target Zero Waste Energy.
- Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menjalin kerja sama, termasuk rencana MoU, dengan memanfaatkan teknologi seperti landfill mining dan RDF di TPA Ngipik.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo Subianto, pengelolaan sampah berbasis Waste to Energy (WtE) atau sampah menjadi energi listrik wilayah aglomerasi Surabaya raya diperkuat.
Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan menjadi bagian dari 10 daerah yang ditunjuk Presiden RI Prabowo Subianto untuk berpartisipasi mensukseskan program Kementerian LH dalam mempercepat penanganan sampah dan mencapai Zero Waste Energy.
Yakni melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) aglomerasi Surabaya Raya pada tahun 2026.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima kunjungan kerja Bupati Lamongan Yuhronur Efendi beserta rombongan untuk meninjau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ngipik, Selasa (7/4/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan untuk berkolaborasi dalam pengelolaan sampah berbasis Waste to Energy (WtE) atau sampah menjadi energi listrik.
Baca juga: Tutup Akses TPA Klotok sampai Sampah Menumpuk, Warga Tuntut Kenaikan Nominal Kompensasi
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau langsung proses landfill mining, teknologi yang menjadi andalan TPA Ngipik dalam mereduksi sampah. Ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemkab Gresik beserta seluruh jajaran Dinas Lingkungan Hidup terkait keberhasilannya dalam mengelola sampah secara modern dan efektif.
"Saya mengapresiasi Pemkab Gresik atas langkah-langkah dalam pengelolaan pemusnahan sampah yang dilakukan secara modern. Kami akan belajar banyak dari tempat ini terutama kelebihan dari landfill mining yang belum kita laksanakan," ujarnya.
Ia menambahkan, selain itu ada juga pembakaran RDF serta ada produk-produk inovatif yang terbaru. Seperti sisa-sisa makanan MBG yang dibuat beberapa varian produk makanan ternak, makanan burung ataupun makanan ikan. Tentu ini menjadi inspirasi untuk kami dalam pengembangan TPA di Lamongan.
"Untuk menyelesaikan problem masalah sampah baik di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik nanti kita akan membuat kerja sama atau MoU. Pengelolaan sampah merupakan gerakan bersama demi masa depan lingkungan yang lebih baik," tandasnya.
Di tempat sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik siap berkolaborasi dalam upaya penanganan sampah secara berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi modern. Kerja sama PSEL di kawasan Surabaya Raya melibatkan Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Lamongan.
"Ke depan kolaborasi penanganan sampah atau TPST terintegrasi sesuai petunjuk Presiden yang ditujukan kepada Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan untuk mendukung program Kementerian LH yaitu pengolahan sampah menjadi energi listrik," ujarnya.
Dikatakan, dalam skema kerja sama tersebut, sampah yang telah diolah menjadi energi listrik nantinya akan dibeli oleh PLN sebagai bagian dari program nasional pengembangan energi baru terbarukan. "Untuk Kabupaten Gresik, potensi sampah yang akan dikirim ke lokasi PSEL mencapai sekitar 250 ton per hari. Kemudian untuk Kabupaten Lamongan 100 ton per hari," jelasnya.
Ia menambahkan, melalui kolaborasi lintas pemerintah ini, diharapkan pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. "Setelah ini kami juga akan berkunjung ke Kabupaten Lamongan untuk mencari titik pertemuan TPST Kabupaten Gresik dan Lamongan. Mudah-mudahan langkah baik ini segera terealisasi," harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Sri Subaidah, menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program nasional tersebut. Ia menilai kolaborasi antar daerah menjadi kunci terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang modern dan terintegrasi.
| Duduk Perkara Siswa SMP di Gresik Jadi Korban Peluru Nyasar TNI , Sang Ibu Mengadu ke DPRD |
|
|---|
| Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 H di Gresik Berlangsung Damai, Wakil Ketua DPRD: Jadi Contoh |
|
|---|
| Update Kasus Pembunuhan Gadis Ojol di Kedamean Gresik, Pelaku Dihukum Seumur Hidup |
|
|---|
| Jaringan Narkoba Lintas Madura-Bawean Gresik Dibongkar, 6 Tersangka Ditangkap |
|
|---|
| Sedang Berjualan, Warga Gresik Alami Nasib Malang, Rumahnya Dibobol Maling di Siang Bolong |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/PENGOLAHAN-SAMPAH-Bupati-Gresik-Fandi-Akhmad-Yani-batik-dan-Bupati.jpg)