Ramadan 2026

Guru Besar UIN Madura: Puasa Ramadan Bukan Hanya Ibadah Personal

Menurut Guru Besar Sosiologi UIN Madura, puasa sejatinya melatih pengendalian diri dan kelembutan hati, bukan superioritas moral.

Istimewa
RUANG PUBLIK - Guru Besar Sosiologi Pendidikan Islam UIN Madura, Achmad Muhlis, Selasa (24/2/2026). Ia mengatakan puasa tidak pernah sepenuhnya privat. Puasa sejatinya melatih pengendalian diri dan kelembutan hati, bukan superioritas moral. 

Dampak itu akan memperkuat kohesi sosial jika dikelola dengan empati, adab, dan kebijakan yang proporsional.

"Puasa bukan untuk mengontrol orang lain, melainkan mendidik diri agar mampu hidup bermartabat di tengah perbedaan," pungkas Ketua Senat UIN Madura tersebut.

Baca juga: Hukum Orang Dewasa Puasa Setengah Hari atau Puasa Bedug, Sah atau Tidak?

Niat Puasa Ramadan

Puasa Ramadan tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga harus diawali dengan niat.

Niat menjadi salah satu rukun yang wajib dipenuhi agar ibadah puasa sah di sisi syariat.

Tanpa niat, puasa yang dijalankan bisa dianggap tidak sah.

Adapun niat puasa Ramadan tidak selalu dilakukan saat sahur atau menjelang waktu Subuh. 

Niat puasa bisa dibaca jauh-jauh waktu seperti setelah shalat tarawih.

Meski demikian, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menyampaikan masyarakat hanya perlu fokus terhadap masing-masing ketentuan yang diyakini.

“Silakan saja masing-masing akan mengikuti yang mana karena masalah ini memang masuk ke dalam majalul ikhtilaf yaitu adanya kemungkinan untuk berbeda pendapat," ucap Anwar.

Dengen begitu, dia juga mengingatkan adanya toleransi untuk menyikapi perbedaan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Ia juga menyampaikan umat Islam yang tidak hafal bacaan niat dalam bahasa Arab, dapat mengucapkannya dalam bahasa Indonesia.

“Tidak (harus pakai bahasa Arab). Dalam bahasa Indonesia juga bisa,” ujar Anwar.

Baca juga: Apa Hukumnya Bangun Kesiangan Tapi Belum Mandi Wajib, Bolehkah Lanjut Puasa Ramadan?

Berikut ini bacaan niat puasa Ramadan untuk satu bulan penuh:

Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved