Berita Sumenep
Harga Plastik dan Thinwall di Sumenep Meroket, Pedagang Bingung Stok Mulai Langka
Harga plastik dan thinwall di Kabupaten Sumenep, Madura mengalami lonjakan signifikan dalam sebulan terakhir.
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Harga plastik dan thinwall di Sumenep naik drastis hingga hampir 100 persen dalam sebulan terakhir, dengan thinwall dari Rp 210.000 menjadi Rp 410.000 per kardus, serta plastik naik sekitar Rp 20.000 per pack.
- Selain mahal, barang mulai langka di pasaran, membuat pedagang kesulitan memenuhi permintaan meski aktivitas jual beli masih berjalan dan pembeli banyak mengeluh.
- Kenaikan diduga dipengaruhi faktor eksternal seperti konflik di Timur Tengah serta efek distribusi dari kota besar seperti Malang
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Harga plastik dan thinwall di Kabupaten Sumenep, Madura mengalami lonjakan signifikan dalam sebulan terakhir.
Kenaikannya bahkan disebut mencapai hingga 100 persen, disertai dengan mulai langkanya barang di pasaran.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pedagang. Mufti, penjual plastik di Kecamatan Gapura ini mengungkapkan bahwa kenaikan paling mencolok terjadi pada produk thinwall.
Dirinya menyebut, harga thinwall yang sebelumnya berada di kisaran Rp 210.000 per kardus, kini melonjak menjadi Rp 410.000.
"Kenaikannya hampir 100 persen. Selain mahal, barangnya juga mulai sulit dicari, terutama dalam satu minggu terakhir ini," tutur Mufti, Senin (6/4/2026).
Baca juga: Strategi Pengusaha Tempe di Madiun saat Harga Kedelai & Plastik Melonjak 75 Persen
Menurut Mufti, kelangkaan ini membuat pedagang kesulitan memenuhi kebutuhan pelanggan. Tidak hanya thinwall, harga plastik berbagai jenis juga ikut merangkak naik.
Untuk plastik merek wayang, misalnya, yang sebelumnya dijual Rp 35.000 per pack, kini naik menjadi Rp 55.000. Hampir seluruh ukuran mengalami kenaikan serupa.
"Naiknya sekitar Rp 20.000, hampir semua ukuran ikut terdampak," tambahnya.
Meski harga melonjak cukup tajam, aktivitas jual beli masih tetap berjalan. Namun, banyak pembeli yang mengeluhkan kenaikan harga yang dinilai terlalu tinggi dalam waktu singkat.
"Pembeli masih ada, tapi banyak yang komplain karena kenaikannya cukup signifikan," tuturnya.
Hal senada juga disampaikan pedagang lainnya, Hamidi. Ia menduga lonjakan harga ini dipengaruhi faktor eksternal, salah satunya konflik di Timur Tengah yang berdampak pada distribusi bahan baku.
"Kenaikan ini sudah terasa sejak sekitar satu bulan lalu. Kemungkinan ada pengaruh dari konflik di Timur Tengah, karena hampir semua daerah juga mengalami hal yang sama," ungkapnya.
Hamidi menambahkan, harga barang di Sumenep umumnya mengikuti kota besar seperti Malang sebagai pusat distribusi.
| Lagi Santai di Kos, Pria 47 Tahun Kaget saat Lihat Polisi Datang, Sabu dan 31 Butir Inex Jadi Bukti |
|
|---|
| Ratusan PPPK di Sumenep Bakal Diperbantukan Kelola Koperasi Merah Putih, Gaji Ikut Siapa? |
|
|---|
| Jelang Mudik Lebaran 2026, Dua Kapal dari Kalianget Sumenep Bakal Lakukan Omisi |
|
|---|
| Baru Lahir, Bayi Mungil di Sumenep Dibuang, Hukuman 23 Tahun Penjara Menanti Sang Ibu |
|
|---|
| Pengakuan Ibu di Sumenep Rela Anak Dirudapaksa Kepsek Demi 'Menyucikan Diri', Ayah Korban Hancur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ilustrasi-kantong-plastik.jpg)