Harga Cabai dan Bawang di Magetan Meroket Jelang Natal dan Tahun Baru

Komoditas bumbu dapur di Kabupaten Magetan mengalami kenaikan, menjelang momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/Febrianto Ramadani
MELONJAK - Aktivitas pedagang kebutuhan pokok di Pasar Sayur Magetan, Jumat (12/12/2025).Komoditas bumbu dapur di Kabupaten Magetan mengalami kenaikan, menjelang momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, harga bumbu dapur di Magetan naik, dipicu hujan deras yang merusak tanaman dan menyebabkan gagal panen.
  • Harga beberapa komoditas melonjak: cabai rawit Rp95–100 ribu/kg, cabai keriting Rp65–70 ribu/kg, bawang merah Rp60 ribu/kg, dan wortel Rp20–25 ribu/kg.
  • Kenaikan harga mempengaruhi perilaku belanja konsumen, yang kini membeli dalam jumlah lebih sedikit untuk menghemat.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Komoditas bumbu dapur di Kabupaten Magetan mengalami kenaikan, menjelang momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Kondisi itu dirasakan para pedagang di Pasar Sayur Magetan, Jumat (12/12/2025). Mereka menduga kenaikan dipicu oleh intensitas hujan yang mulai tinggi, sehingga menyebabkan tanaman rusak dan gagal panen.

Menurut Salah Satu Pedagang di Pasar Sayur Warsi, harga Cabai Rawit tingkat eceran sekitar Rp95 sampai Rp100 ribu rupiah per kilogram. 

Kemudian Cabai Keriting Rp65 sampai Rp70 ribu rupiah, Bawang Merah Rp60 ribu rupiah per kilogram. 

“Memang menjelang Natal dan tahun baru biasanya naik, tapi tingginya harga ini juga karena hujan, banyak petani gagal panen,” ungkap Warsi, Jumat (12/12/2025).

Warsi menambahkan, tak hanya cabai dan bawang merah, wortel turut mengalami kenaikan harga dan kini berada di kisaran Rp20 sampai Rp25 ribu per kilogram.

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Bojonegoro Tembus Rp92 Ribu per Kg, Pedagang Pecel Siasati Agar Tak Merugi

“Pasokan pedagang kecil di Kabupaten Magetan mayoritas berasal dari tengkulak lokal, sementara pasokan besar biasanya diambil dari daerah lain seperti Kediri,” imbuhnya.

Senada dengan Warsi, Pedagang Lainnya Parti, menilai, kenaikan harga kebutuhan tersebut memicu perilaku belanja pembeli berubah.

“Biasanya beli satu kilogram, sekarang setengah. Mereka bilang harus hemat karena harga yang lain juga ikut naik,” keluhnya.

Meski beberapa komoditas melonjak, sejumlah bahan dapur lain justru mengalami penurunan harga. Buncis yang sebelumnya Rp10 sampai 15 ribu per kilogram kini hanya sekitar Rp8 ribu. 

Lalu Kentang turun dari Rp17 ribu menjadi Rp15 ribu, sementara tomat merosot dari Rp15 ribu ke Rp12 ribu per kilogram.

“Harga segera stabil, namun tetap memprediksi bahwa lonjakan akan berlanjut hingga puncak libur Natal dan pergantian tahun,” pungkas Parti.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved