Harga Sayur di Magetan Merosot Usai Libur Nataru, Sawi dan Cabai Rawit Turun Tajam
Situasi libur Natal 2025 dan Tahun 2026 membuat harga bahan pokok di Pasar Sayur Magetan, mengalami penurunan drastis.
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Harga berbagai sayuran di Pasar Sayur Magetan mengalami penurunan drastis selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
- Penurunan harga dipicu berhentinya MBG (Makan Bersama di Sekolah) selama libur sekolah, yang biasanya menjadi pembeli besar dan stabil untuk sayuran lokal.
- Pedagang menyebut stok sayur melimpah karena musim panen, namun permintaan turun drastis akibat libur sekolah.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Harga sayuran di Pasar Sayur Magetan turun drastis selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Seorang pedagang di Pasar Sayur, Wahyuningsih mengatakan, harga daun seledri merosot dari Rp20 ribu menjadi Rp8 ribu per kilogram.
Kemudian harga kapri yang sebelumnya di angka Rp70 ribu, kini Rp25 ribu per kilogram, lalu daun sawi menurun signifikan dari Rp8 ribu menjadi Rp2 ribu per kilogram.
Ia juga menambahkan, harga cabai rawit terjun bebas dari Rp85 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram, cabai merah keriting turun dari Rp50 ribu menjadi Rp30 ribu, bawang merah dan tomat masing-masing turun menjadi Rp25 ribu dan Rp6 ribu per kilogram.
“Semua jenis sayur harganya turun. Salah satunya karena MBG berhenti selama libur sekolah kemarin,” kata Wahyuningsih, Jumat (9/1/2026).
Kondisi serupa juga dialami Pedagang Sayur Madiun. Ia menilai, selama ini MBG menjadi pembeli besar dan relatif stabil bagi sayuran lokal.
Baca juga: Buntut Wisatawan Keluhkan Getok Harga di Telaga Sarangan Magetan, Disbudpar Panggil Pelaku Usaha
“Stok melimpah karena musim panen, tapi pembelinya berkurang drastis,” kata Madinah.
Di tempat yang sama pedagang cabai, Ahnul Firdaus berpendapat, pemerintah seharusnya menyiapkan skema antisipasi ketika MBG tidak berjalan.
Dirinya menambahkan, skema bisa lewat penyerapan hasil panen oleh BUMD pangan, distribusi ke cadangan pangan daerah, atau modifikasi sasaran penerima manfaat di luar sekolah.
“Kalau MBG berhenti mendadak, yang jatuh duluan harga. Petani tidak punya pilihan,” tandas Ahnul.
Baca juga: Wisatawan Kena Getok Harga di Telaga Sarangan, Oknum Pedagang Ternyata Sering Dapat Peringatan
| Harga Cabai Rawit Merah di Jatim Melonjak Tajam, Kota Malang Tertinggi dan Bojonegoro Terendah |
|
|---|
| Inflasi Kota Malang Naik Saat Ramadan, BI dan TPID Siapkan Operasi Pasar |
|
|---|
| Nasib PPPK Paruh Waktu Magetan, Besaran THR Tak Sesuai Harapan, BKPSDM Buka Suara |
|
|---|
| Harga Cabai Rawit dan Emas Perhiasan Meroket, Indek Fluktuasi Harga di Mojokerto Ikut Melonjak |
|
|---|
| Hasil Sidak Satgas Pangan di Pasar Mojosari: Harga Telur Ayam Turun, Daging Sapi Naik Tipis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Seorang-pedagang-melayani-pembelian-bahan-pokok-di-Pasar-Sayur-Magetan.jpg)