Inflasi Kota Malang Naik Saat Ramadan, BI dan TPID Siapkan Operasi Pasar

Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan tekanan inflasi yang mulai meningkat selama bulan suci Ramadan.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Purwanto
HARGA CABAI RAWIT - Kenaikan harga cabai rawit hingga tembus Rp 120 ribu per kg turut memberikan andil besar, terhadap inflasi di Kota Malang. 

Ringkasan Berita:
  • Inflasi Kota Malang pada Februari 2026 tercatat 0,74 persen (mtm) dan 4,81 persen (yoy).
  • Kenaikan harga terutama dipicu cabai rawit, emas perhiasan, daging ayam, dan telur ayam.
  • BI dan TPID menyiapkan operasi pasar dan pemantauan harga intensif menjelang Lebaran.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Bank Indonesia Malang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang memperkuat pemantauan stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah.

Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan tekanan inflasi yang mulai meningkat selama bulan suci Ramadan.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada Februari 2026 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,74 persen secara bulanan (month to month/mtm). 

Angka ini berbalik dari kondisi Januari 2026 yang mengalami deflasi sebesar 0,10 persen.

Secara tahunan, inflasi Kota Malang mencapai 4,81 persen (year on year/yoy). 

Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur yang sebesar 4,88 persen (yoy), namun sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada di level 4,76 persen (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Indra Kuspriyadi, mengatakan pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan stabilitas harga, khususnya menjelang Lebaran.

Baca juga: Mitigasi Inflasi Dampak MBG, Pemkab Jember Minta Camat Petakan Pasokan Pangan: Saling Tukar Komoditi

Cabai dan Daging Ayam Picu Kenaikan Harga

"Ke depan, kami bersama TPID akan meningkatkan intensitas pemantauan harga serta melakukan intervensi melalui operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama periode HBKN Idul Fitri," kata Indra, Minggu (15/3/2026).

Indra menjelaskan, inflasi pada Februari 2026 ini terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil inflasi sebesar 0,48 persen (mtm).

Baca juga: Proyek PSEL Gagal, Pemkot Malang Cari Alternatif Lain Pengolahan Sampah Lewat Jembatan

Sejumlah komoditas yang memicu kenaikan harga antara lain cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,20 persen, emas perhiasan 0,17 persen, daging ayam ras 0,10 persen, telur ayam ras 0,07 persen, serta cabai merah sebesar 0,02 persen.

Kenaikan harga komoditas pangan tersebut dipicu oleh menurunnya pasokan akibat curah hujan tinggi serta meningkatnya permintaan masyarakat pada awal Ramadan.

Sementara itu, beberapa komoditas justru mencatatkan penurunan harga yang turut menahan laju inflasi. 

Di antaranya bensin dengan andil deflasi sebesar minus 0,05 persen (mtm), serta wortel, sawi putih, bawang merah, dan tarif kereta api yang masing-masing menyumbang deflasi sebesar minus 0,01 persen.

BBM dan Tiket Kereta Turut Tahan Inflasi

Penurunan harga bensin dipengaruhi oleh penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sejak 1 Februari 2026. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved