Cuaca Terasa Lebih Panas dan Terik di Malang Raya, Suhu Udara Tertinggi Ada di Lamongan dan Surabaya

Siang hari terasa lebih panas dan terik di Malang Raya, suhu udara tertinggi saat kulminasi tercatat di Lamongan dan Surabaya capai 36-37 derajat C.

Tayang:
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
KULMINASI UTAMA - Prakirawan BMKG Karangploso Malang, Linda Fitrotul saat menunjukkan peta kondisi cuaca kepada TribunJatim.com, Kamis (16/10/2025). Efek adanya kulminasi utama matahari, membuat suhu udara Malang Raya meningkat dan terjadi pergeseran musim hujan. 

Poin Penting:

  • Fenomena kulminasi utama membuat cuaca di Malang Raya terasa lebih panas dan terik.
  • Musim hujan yang seharusnya sudah terjadi, juga menjadi bergeser.
  • Suhu udara tertinggi saat kulminasi tercatat di Lamongan dan Surabaya yang mencapai antara 36 hingga 37 derajat celsius.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Cuaca terasa lebih panas dan terik di wilayah Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu).

Hal itu merupakan efek fenomena kulminasi utama.

Selain itu, juga membuat musim hujan yang seharusnya sudah terjadi, menjadi bergeser.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Karangploso Malang, Linda Fitrotul mengatakan, kulminasi utama merupakan fenomena saat matahari berada tepat dalam posisi tertinggi di langit.

Sehingga, sinar matahari langsung memancar ke permukaan bumi tanpa hambatan.

"Karena ada kulminasi, sehingga pembentukan awannya tidak ada. Karena tidak ada tutupan awan, maka cahaya matahari langsung ke permukaan bumi dan membuat panasnya lebih terik serta kelembapan menjadi kering," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (16/10/2025).

Dirinya mengungkapkan, efek adanya kulminasi membuat kondisi suhu udara di wilayah Malang Raya naik cukup signifikan. Yang sebelumnya berada di kisaran antara 27 hingga 28 derajat celsius, kini meningkat antara 30 hingga 31 derajat celsius.

"Sebenarnya, ini bisa dibilang normal dan tidak terlalu panas. Karena suhu udara tertinggi saat kulminasi tercatat di Lamongan dan Surabaya yang mencapai antara 36 hingga 37 derajat celsius," ungkapnya.

Dampak lain dari adanya fenomena kulminasi utama, juga membuat musim hujan yang seharusnya sudah terjadi menjadi bergeser.

Baca juga: Hujan Es Disertai Angin Kencang Melanda Blitar, Pohon Tumbang hingga Belasan Rumah Warga Rusak

"Perkiraan kami, wilayah Malang Raya sudah memasuki musim hujan pada akhir September. Karena adanya fenomena ini, bergeser menjadi pertengahan Oktober," terangnya.

Namun dari pantauan BMKG Malang, fenomena kulminasi utama matahari kini sudah mendekati berakhir dan kondisi cuaca kembali berangsur normal.

"Dari pantauan kami, pembentukan awan sudah mulai masif. Selain itu, hujan sudah terjadi meski hanya terjadi di beberapa wilayah Malang saja," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
Live
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved