Alasan Warga Malang Pilih Urus Adminduk secara Offline Dibanding Online

Warga Kelurahan Sawojajar Malang lebih memilih mengurus administrasi kependudukan (adminduk) secara offline dibanding online.

Tayang:
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Purwanto
ADMINDUK - Warga mengurus administrasi kependudukan (adminduk) yang digelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang dengan cara jemput bola di kawasan Balai Kota Malang, Rabu (22/10/2025). 

Poin Penting:

  • Warga Malang lebih memilih mengurus adminduk secara offline dibanding online.
  • Bagi warga, mengurus langsung ke kelurahan lebih efektif dan tidak ribet.
  • Meski dengan cara manual, proses pengurusan dan hasilnya juga diproses secara cepat dan tidak membutuhkan waktu terlalu lama.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Meski harus meluangkan waktu untuk datang langsung ke kantor kelurahan, warga di Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, lebih memilih mengurus administrasi kependudukan (adminduk) secara manual.

Bagi mereka, cara ini lebih efektif dan tidak ribet.

Seorang warga Kelurahan Sawojajar, Moch Rexy Qolbi menuturkan, pengurusan dan perubahan adminduk terakhir dilakukannya pada tahun 2024 lalu.

"Saat itu, banyak yang diurus yaitu pisah Kartu Keluarga (KK), akta lahir dan Kartu Identitas Anak (KIA) karena anak saya baru lahir. Meski bisa lewat online, tapi saya lebih memilih diurus manual dengan datang langsung ke kantor kelurahan," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (26/10/2025).

Dirinya menjelaskan, ada petugas dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Malang yang selalu siaga di kantor kelurahan.

Selanjutnya, berkas-berkas tersebut diserahkan kepada petugas untuk dilakukan pengurusan lebih lanjut.

"Tidak seperti sebelum-sebelumnya, harus wira-wiri dari kantor kelurahan lalu ke kecamatan dan kantor Disdukcapil lalu kembali lagi ke kelurahan. Sekarang, di kelurahan sudah ada petugasnya dan langsung diselesaikan di situ, apabila ada kesalahan atau revisi maka petugas langsung memberi tahu," bebernya.

Dirinya mengaku lebih memilih pengurusan lewat cara manual daripada online.

Pasalnya, lebih mudah dipahami dan proses pengurusan juga cepat.

Baca juga: Kantor Dispendukcapil Jember Diperbaiki, Layanan Adminduk Dialihkan

"Kalau mengurus lewat online, ujung-ujungnya pasti akan bertanya saat kebingungan menginput berkas atau data. Makanya, lebih enak diurus secara manual, yang terpenting berkas dan persyaratan sudah dilengkapi," bebernya.

Sementara itu, Deny Rahmawan yang merupakan warga Kelurahan Sawojajar juga mengungkapkan hal yang sama.

"Saya lebih memilih mengurus adminduk dengan langsung datang ke kantor kelurahan. Intinya, semua persyaratan harus dilengkapi dan mau meluangkan waktunya," ujarnya.

Meski dengan cara manual, proses pengurusan dan hasilnya juga diproses secara cepat dan tidak membutuhkan waktu terlalu lama.

"Saat itu, saya mengurus perubahan KTP dan perubahan KK karena sudah menikah. Paling yang lama hanya menunggu hasilnya, karena berkasnya harus disetujui oleh Kementerian Kependudukan. Meski begitu selama-lamanya, paling lama seminggu berkas saya sudah jadi semua," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved