Tiga Kasus Campak Ditemukan, Dinkes Kota Malang Perluas ORI untuk 12.633 Anak

Dinkes Kota Malang memperluas pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) setelah ditemukan tiga kasus campak.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Arie Noer Rachmawati
TribunJatim.com
IMUNISASI - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat memberikan tetes imunisasi kepada bayi saat peluncuran program My Village My Home, Senin (21/4/2025). Pemerintah Kota Malang mencanangkan program 'My Village My Home'. Program yang menyasar kelompok bayi atau balita untuk mendapatkan imunisasi. 

Ringkasan Berita:
  • Dinkes Kota Malang memperluas pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) setelah ditemukan tiga kasus campak di Kelurahan Tanjungrejo, wilayah Puskesmas JantiKetiga pasien berasal dari luar kota dan belum pernah mendapat imunisasi.
  • ORI menyasar anak usia 9 bulan hingga 13 tahun dengan total 132 pos imunisasi.
  • ORI difokuskan di wilayah Puskesmas Janti dan Kedungkandang yang capaian imunisasinya masih di bawah standar. 

 

TRIBUNJATIM.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memperluas pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak setelah tiga kasus ditemukan di wilayah Puskesmas Janti.

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan langkah cepat ini perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih luas.

“Kami punya tiga kasus campak. Tiga-tiganya di Kelurahan Tanjungrejo,” ujar Husnul, Senin (2/2/2026).

Husnul mengatakan pasien berasal dari luar kota dan tidak mendapat imunisasi sebelumnya.

Ketiga pasien tersebut langsung mendapatkan penanganan di rumah sakit dan kini dalam kondisi membaik.

Temuan ini menjadi pemicu pelaksanaan ORI serentak di wilayah kerja Puskesmas Janti.

Baca juga: Baru Dibuka, Alun-alun Merdeka Kota Malang Kembali Disorot, 62 Anak Lepas dari Pengawasan

12.633 Anak Jadi Sasaran ORI

Husnul menyebut sasaran ORI di wilayah Puskesmas Janti mencapai 12.633 anak, mencakup anak usia 9 bulan hingga 13 tahun.

“Kita punya total 132 pos, terdiri dari 61 pos imunisasi, 41 TK/PAUD, dan 30 SD/MI,” jelasnya.

Pelaksanaan ORI berlangsung pada 2–6 Februari, dilanjutkan dengan sweeping tanggal 7–13 Februari bagi anak-anak yang belum mendapat imunisasi pada jadwal utama.

“Target harus kita kejar. Optimis bisa tercakup semua,” tegasnya.

Meski demikian, Husnul mengakui kemungkinan adanya penolakan vaksinasi dari sejumlah orang tua.

Untuk kasus tersebut, pihaknya akan mengambil langkah persuasif lebih dulu.

“Kita edukasi dulu. Kalau masih menolak, kami minta orang tua membuat surat pernyataan. Karena kami tidak bisa memaksa,” katanya.

Terkait penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) lainnya, Husnul memastikan tidak ada temuan signifikan di wilayah Puskesmas Janti.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved