Menu Berbahan Hasil Petani Lokal, Cafe Burning Bar di Perbatasan Malang-Batu Sajikan View Gunung

Di sini pengunjung dapat langsung beradu pandang dengan pegunungan maupun perbukitan hijau.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Purwanto
NONGKRONG - Burning Bar, cafe yang berada di perbatasan Kota Batu-Malang di Jalan Gunung Banyak, Jurangrejo, Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM - Burning Bar, cafe yang berada di perbatasan Kota Batu-Malang ini menambah daftar tempat nongkrong yang menyuguhkan panorama alam yang indah dan udara sejuk serta syahdu di Kota Batu.

Lokasinya berada di Jalan Gunung Banyak, Jurangrejo, Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Baca juga: Aturan Baru Dishub, Pasar Takjil Kota Malang Wajib Punya Penanggung Jawab & Sediakan Lahan Parkir

Cafe yang berdiri di lahan seluas 1500 meter persegi tersebut kini jadi salah satu primadona kopian jujukan anak muda dari Malang Raya maupun Surabaya dan sekitarnya.

Di sini, pengunjung dapat langsung beradu pandang dengan pegunungan maupun perbukitan hijau, disertai semilir angin dan konsep cafe yang Instagramable.

Dengan menu andalan berbahan dasar bahan pangan nabati yakni kentang, ketela, dan pisang, cafe ini menjadi salah satu tempat nongkrong di Malang Raya dengan menu simpel namun memiliki makna mendalam.

Yang menarik dari bahan baku makanan yang dijual di sini ialah didapat dari hasil panen petani lokal yang ada di Kota Batu dan Malang.

Cafe ini cocok untuk dijadikan tempat tempat bersantai maupun ngabuburit sembari menunggu adzan magrib saat Ramadan.

Salah satu Founder, Satrio Tri Cahyono atau yang akrab disapa Bangsat mengatakan, khusus untuk bulan Ramadan, Burning Bar akan buka lebih sore dibanding hari biasa.

Hari biasa buka pukul 13.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB.

Sedangkan saat Ramadan buka pukul 15.00 WIB dan tutup pukul 22.00 WIB.

"Khusus Ramadan kami ada menu paket, ada tambahan kurma," kata Satrio kepada TribunJatim.com, Minggu (5/2/2026).

"Sedangkan untuk menu andalan tetap kentang, ketela dan pisang yang manis-manis cocok untuk buka puasa," imbuhnya.

"Jadi menu-menu itu nanti kami tambah varian variasi kurma. Sehingga kental dengan nuansa-nuansa Ramadan," jelas Bangsat.

Sedangkan untuk minuman, ada perkopian yang bahan baku kopinya juga dari petani lokal Malang.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved