Menu Berbahan Hasil Petani Lokal, Cafe Burning Bar di Perbatasan Malang-Batu Sajikan View Gunung
Di sini pengunjung dapat langsung beradu pandang dengan pegunungan maupun perbukitan hijau.
Selain itu, di Burning Bar memiliki minuman andalan berupa teh yang cocok disajikan dengan kentang, ketela dan pisang.
"Untuk minuman di momen Ramadan ini kami ada teh rempah yang bisa disajikan dingin maupun hangat," ujarnya.
"Kami juga melayani menu masakan Nusantara, tapi by request. Misal ada rombongan, minimal 30 orang, mau request menu tradisional, kami baru bisa siapkan dengan konsep dan culture vibes khas Burning Bar," jelas Bangsat.
Selain memiliki konsep yang unik dan makanannya bahan dasar Polo Pendem, yang menarik dari tempat ini ialah asal usul nama cafe ini berasal dari awalan nama founder.
"Burning Bar itu Barnya selain tempat untuk bersosial dan identik dengan social club, Bar ini awalan nama kami bertiga B nya saya biasa dipanggil Bangsat, A nya Abyong, R nya Reklinov," jelasnya.
Baca juga: Jumlah Pasangan Pilih Nikah di KUA Meningkat di Tengah Menurunnya Angka Pernikahan
Ketiganya memiliki peranan masing-masing dalam mendirikan cafe ini.
Bangsat sebagai penyedia konseptor tempat nongkrong, Abyong sebagai chef yang mengelola cita rasa, dan Reklinov merupakan petani muda sebagai penyedia bahan baku.
Ia menambahkan, awal mula tempat kopian ini merupakan area camping dengan nuansa romantic camp.
Namun karena kurang diminati, akhirnya diubah menjadi cafe.
"Point of interestnya lebih ke view dan vibes melihat pemandangan alam Kota Batu dan Malang. Khususnya saat berawan atau gerimis menambah nuansa syahdu," pungkasnya.
Kesan pengunjung
Sementara itu, pengunjung asal Surabaya, Khanza Khoirunisa mengaku, sensasi saat nongkrong di Burning Bar berasa ngopi di atas awan karena panorama indah dan juga udara yang sejuk, sehingga cocok untuk healing.
"Di sini tenang, udaranya enak, makanannya enak, simpel, enggak neko-neko, karena memang kami ke sini untuk cari suasana nongkrong yang tenang."
"Kebanyakan kopian di Malang itu ramai. Jadi enak aja di sini, duduk, nglamun, bersantai, buat foto juga bagus," tutur Khanza.
Untuk harga makanan dipatok mulai harga Rp30.000 hingga Rp45.000 dengan menu andalan sweet burning potatoes wisjman cream cheese mozarella, baked potatoes corn mushroom cheese sause, dan king banana wisjman cream cheese mozza.
Untuk minuman dengan bahan dasar kopi hitam dan teh, dibanderol harga mulai Rp20.000 sampai Rp27.000.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Burning-Bar-cafe-berada-di-perbatasan-Kota-Batu-Malang-view-gunung.jpg)