Tradisi dan Budaya di Jatim
Patrol Sahur di Kota Malang, Tradisi Ramadan yang Perkuat Kerukunan Warga
Wahyu Hidayat ajak warga Kota Malang jaga tradisi patrol sahur yang dinilai perkuat kerukunan, keamanan lingkungan, dan solidaritas masyarakat.
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Arie Noer Rachmawati
Ringkasan Berita:
- Wali Kota Malang mengajak masyarakat melestarikan tradisi patrol sahur karena memiliki nilai budaya, sosial, dan mempererat kebersamaan warga.
- Tradisi ini dinilai membantu menjaga keamanan lingkungan, mencegah kriminalitas, serta memperkuat solidaritas masyarakat saat Ramadan.
- Pemerintah dan tokoh agama mengimbau pelaksanaan patrol sahur tetap tertib, tidak mengganggu warga, serta dilakukan pada waktu yang wajar.
TRIBUNJATIM.COM – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi seni patrol sahur selama bulan Ramadan.
Tradisi tersebut dinilai tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memperkuat kerukunan dan menjaga kondusivitas lingkungan.
Tradisi patrol sahur hingga kini masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat saat Ramadan.
Kegiatan membangunkan warga untuk makan sahur tersebut dinilai memiliki nilai sosial tinggi karena melibatkan partisipasi masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
Selain itu, tradisi patrol sahur juga dianggap memiliki dampak positif dalam menjaga keamanan lingkungan serta mempererat hubungan antarwarga.
Hal ini disampaikan dalam berbagai sumber, mulai dari pemerintah daerah hingga tokoh keagamaan yang mengapresiasi kegiatan tersebut.
Apresiasi Wali Kota Malang Terhadap Tradisi Patrol Sahur
Dilansir dari malangkota.go.id, Wahyu Hidayat mengapresiasi tradisi seni patrol sahur yang digelar pemuda Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang.
Kegiatan yang digawangi Gerakan Pemuda Kampung Kebalen Kotalama atau “Gerprakkk” tersebut dinilai mampu membangunkan warga sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
Menurut Wahyu, patrol sahur yang dilakukan dengan berkeliling kampung juga membuat Kota Malang semakin dikenal luas.
Ia menyebut kegiatan tersebut bahkan menjadi viral di sejumlah media sosial dan turut meningkatkan citra positif daerah.
Ia juga menilai aktivitas warga yang bangun dan berkumpul pada dini hari dapat membantu mencegah potensi tindak kriminalitas.
Selain itu, masyarakat yang menjalankan ibadah puasa dapat terbantu karena tidak terlambat atau melewatkan waktu sahur.
Wahyu berharap tradisi yang telah berlangsung lama tersebut terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Ia juga mengingatkan agar kegiatan patrol tetap menjaga ketertiban serta tidak mengganggu pengguna jalan maupun warga lain.
Baca juga: Tradisi Ngabuburit Kumbohan di Lamongan, Uniknya Berburu Ikan Munggut saat Ramadan
Tradisi Sosial yang Perlu Dijaga dan Diatur
Kota Malang
sahur
Wali Kota Malang
tradisi
TribunJatim
TribunJatim.com
jatim.tribunnews.com
Ramadan 2026
Ramadan 1447 H
| Tradisi Bersih Nagari Tulungagung, Ekspresi Menjaga Warisan Leluhur saat Puncak Perayaan Hari Jadi |
|
|---|
| Siraman Kiai Bonto di Blitar, Tradisi Pusaka Keramat yang Diyakini Membawa Berkah |
|
|---|
| Mengenal Tari Uling, Kesenian Khas Lumajang yang Terinspirasi dari Satwa Keramat di Sumbermujur |
|
|---|
| Larung Sesaji Pantai Tambakrejo Blitar, Ritual Sakral Warisan Prajurit Diponegoro di Bulan Suro |
|
|---|
| Makna Tradisi Sinongkelan Trenggalek, Simbol Syukur dan Keselamatan untuk Mencari Kidang Kencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kepala-Kabupaten-Malang-Sahid-imbau-patrol-sahur-jangan-sampai-ganggu-masyarakat.jpg)