Makan Bergizi Gratis

SPPG Ngabab Malang Gelar Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis, Sasar Ribuan Siswa Mulai Besok

Pada Ramadan, Rabu (4/3/2026) ini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang

Tayang:
Penulis: Dya Ayu | Editor: Sudarma Adi
TribunJatim.com/Dya Ayu
PROGRAM MBG - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang melakukan uji coba perdana distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus peresmian SPPG, Rabu (4/3/2026). Dalam tahap uji coba ini ada sebanyak 120 paket makanan kering yang didistribusikan ke guru-guru yang ada di sekolah Desa Ngabab 

Ringkasan Berita:
  • Waktu Pelaksanaan: Uji coba perdana pada Rabu, 4 Maret 2026.
  • Target Awal: 120 paket untuk guru, dilanjutkan ke 986 siswa pada pekan pertama.
  • Rencana Ekspansi: Pekan kedua menyasar 2.264 siswa di Desa Ngabab dan Tawangsari.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pada Ramadan, Rabu (4/3/2026) ini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang melakukan uji coba perdana distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam ‘running’ perdana ini SPPG Ngabab menyalurkan sebanyak 120 paket makanan kering khusus untuk guru-guru yang ada di sekolah-sekolah Desa Ngabab.

Mitra SPPG Ngabab, Sumiati mengatakan tahap uji coba perdana ini sengaja menyasar guru-guru karena sebagai tahap evaluasi sebelum makanan didistribusikan kepada ribuan siswa.

Baca juga: Dishub Kota Malang Prediksi Puncak Arus Mudik Terjadi 2 Gelombang dan Mobilitas Kendaraan Turun

Target Ribuan Siswa dan Perluasan Wilayah

“Benar, tadi pagi kami sudah melaksanakan trial kepada guru-guru terlebih dahulu. Untuk siswa belum, karena kami ingin memastikan kesiapan dapur dan distribusi. Siangnya dilanjutkan dengan peresmian SPPG,” kata Sumiati, Rabu (4/3/2026).

Kepala SPPG Ngabab Pujon, Sumitro Micho menuturkan dalam tahap uji coba makanan kering yang dibagikan terdiri dari roti, buah pir, kurma dan abon. 

“Rencananya besok kami mulai menyalurkan ke tujuh lembaga pendidikan di Desa Ngabab. Jumlah penerima manfaat di minggu pertama ini sekitar 986 siswa,” ujar Sumitro Micho. 

Nantinya setelah minggu pertama terlewati, lanjut Micho pada pekan kedua distribusi MBG akan diperluas sehingga jumlah penerima manfaat akan lebih banyak dibanding pekan pertama.

“Pekan kedua distribusinya akan diperluas tidak hanya di Desa Ngabab, tapi juga ke sekolah wilayah Tawangsari. Total penerima manfaat kmi proteksikan mencapai 2.264 siswa, baik dari sekolah negeri maupun swasta,” jelasnya.

Pihaknya SPPG Ngabab menegaskan untuk sementara belum dapat menjangkau kelompok B3 yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita karena pertimbangan kesiapan dapur dan relawan yang masih baru. Sehingga masih perlu persiapan lebih.

“Kami masih dapur baru dan relawan juga baru. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sementara kelompok B3 belum bisa kami cover. Insyallah setelah Ramadan,” terangnya.

Sementara itu terkait pengadaan bahan baku yang diolah SPPG Ngabab, Micho memastikan mengambil dari produk lokal Desa Ngabab yang dikenal sebagai sentra sayur.

Baca juga: Jelang Lebaran, Peringatan Polisi soal Uang Palsu di Malang Jangan Diabaikan, Pakai Metode 3D

Selain itu pihaknya juga telah bekerja sama dengan pemasok bahan-bahan dari kalangan UMKM dan petani Ngabab.

“Untuk sayur kami tidak keluar dari desa. Kami memanfaatkan hasil tani masyarakat setempat. Termasuk petugas SPPG kami 99 persen berasal dari Desa Ngabab,” tuturnya.

Sedangkan untuk pasokan susu, ia menilai pemanfaatan susu pasteurisasi dari peternak sapi perah di Pujon merupakan langkah positif untuk mendukung ekonomi lokal. Namun saat ini SPPG masih mengikuti ketentuan penggunaan susu UHT sesuai aturan yang berlaku.

“Memang secara konsep itu bagus untuk mendukung UMKM dan peternak lokal. Tapi susu murni atau pasteurisasi lebih rentan basi, sedangkan UHT lebih aman dari sisi daya simpan dan distribusi,” beber pria asal Aceh itu.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved