Pasar Murah di Kedunkandang Malang Membludak Diserbu Warga hingga Pagar Kantor Kecamatan Jebol

Zainuri kecewa dengan panitia Pasar Murah karena dinilai kurang mengantisipasi membludaknya warga. 

Penulis: Purwanto | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Purwanto
JEBOL - Pagar kantor Kecamatan Kedungkandang Kota Malang jebol akibat antrean warga di Pasar Murah di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (10/3/2026) pagi. Pasar Murah digelar Pemkot Malang untuk menyambut Idul Fitri 2026. SURYA/PURWANTO 
Ringkasan Berita:
  • Pasar Murah Pemkot Malang di Kecamatan Kedungkandang diserbu warga sejak pagi.
  • Antrean warga mengular hingga sekitar 50 meter, bahkan gerbang kantor kecamatan jebol.
  • Warga menebus paket sembako Rp50 ribu berisi beras 5 kg, minyak 2 liter, dan gula 1 kg.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Purwanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Program Pasar Murah yang digelar Pemerintah Kota Malang menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 diserbu warga. 

Antrean panjang terlihat di Kantor Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang Selasa (10/3/2026).

Sejak pagi, warga mulai antre untuk membeli sembako yang dijual di Pasar Murah

Zainuri salah satu warga Mergosono, Kota Malang mengaku datang di kantor kecamatan mulai pukul 6 pagi. 

Baca juga: Mitigasi Bencana Wisata Pantai Malang Selatan: Disparbud Siagakan Tim Rescue Jelang Libur Lebaran

Warga Keluhkan Sistem Antrean

Hingga pukul 8.30 pagi, warga masih mengantre mendapatkan sembako. 

"Tadi jam 6 pagi saya sudah datang, itu saja sudah antre panjang," terang Zainuri kepada TribunJatim.com.

Zainuri kecewa dengan panitia Pasar Murah karena dinilai kurang mengantisipasi membludaknya warga. 

Baca juga: Warga Serbu Pasar Murah PG Meritjan Kediri, Gula Dijual Rp15 Ribu per Kg

"Saya kecawa ini, harusnya ada mekanisme dari panitia agar warga tidak antre kayak gini," jelas Zainuri. 

"Misalnya dikasih kupon, kan jadi tidak kayak gini antreannya," tambahnya. 

Paket Sembako Rp50 Ribu

Zainuri bilang jika dirinya antre membeli sembako dengan tebus murah Rp 50 ribu dengan isi beras, minyak dan gula. 

"Total Rp 50 ribu. Beras 5 kilogram, minyak 2 liter dan gula 1 kilogram," kata Zainuri. 

Dari pantauan TribunJatim.com warga antre mengular hingga antrean mencapai 50 meter dipinggir jalan. 

Tidal hanya itu, pintu gerbang kantor kecamatan juga jebol akibat membludaknya antrean.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved