Program Beasiswa 1.000 Siswa di Kota Malang Disiapkan, DPRD Minta Kuota Ditambah

Kuota penerima yang hanya sekitar 1.000 siswa dinilai masih belum mampu menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan bantuan pendidikan

Penulis: Benni Indo | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Benni Indo
BEASISWA - Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang, Suyadi. Ia menilai program beasiswa harus benar-benar tepat sasaran dan terbebas dari praktik titipan. Menurutnya, mekanisme seleksi perlu diperketat agar bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh siswa yang membutuhkan. 

Ke depan, Suyadi bahkan mendorong agar jumlah penerima beasiswa dapat ditambah. Ia menilai peningkatan kuota tidak akan merugikan pemerintah karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin memastikan program beasiswa 1.000 siswa digulirkan pada 2026. Sebanyak 1.151 pelajar jenjang SD hingga perguruan tinggi telah masuk data sasaran. 

300 pelajar SD, 300 pelajar SMP, 210 pelajar SMA/SMK dan 341 mahasiswa. Ali Muthohirin mengatakan bahwa seluruh nama penerima sudah melalui proses pengajuan dan verifikasi Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Malang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Saat ini, program tinggal memasuki tahap implementasi.

"Sudah ditandatangani wali kota. Nama-nama penerimanya berbasis pengajuan dan sudah lewat Kesra. Tahun ini tinggal kami laksanakan," katanya.

Rencananya setiap jenjang pendidikan akan menerima beasiswa dengan besaran berbeda. Untuk jenjang SD, pelajar akan mendapat beasiswa senilai Rp 220 ribu per bulan. Lalu SMP Rp 330 ribu per bulan, SMA Rp 440 ribu per bulan dan perguruan tinggi Rp 2 juta per bulan. 

Pemkot Malang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 8,3 miliar melalui APBD Kota Malang untuk merealisasikan program beasiswa pendidikan 2026 ini. Ali memastikan bahwa penerima program beasiswa pendidikan tersebut telah melalui seleksi ketat sehingga diyakini tepat sasaran.

 Sebab menurutnya, pendaftar beasiswa ini cukup tinggi. Pelajar berprestasi dan pelajar kurang mampu menjadi kriteria prioritas program ini. 

"Ini khusus diberikan untuk anak anak Kota Malang yang tidak mampu, betul betul membutuhkan dan berprestasi. Sehingga kalau kuliah bentuknya subsidi, kalau SMA semuanya kami penuhi untuk SPP-nya," kata Ali. 

Beasiswa pendidikan 2026 ini merupakan program prioritas Pemkot Malang dalam mewujudkan Dasa Bakti Ngalam Pinter. Program ini diharapkan juga menjadi solusi dalam menekan angka putus sekolah di Kota Malang.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved