Antrean SPBU di Malang Imbas Isu BBM, Polisi Pastikan Kondisi Masih Aman
Meskipun antrean tidak mengular panjang, namun salah satu SPBU kehabisan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan non subsidi.
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Lu'luul Isnainiyah
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Isu kenaikan harga BBM non subsidi memicu antrean di sejumlah SPBU di Kabupaten Malang. Meski demikian, polisi memastikan kondisi keamanan tetap terkendali dan belum ada gangguan berarti di lapangan.
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi menyampaikan situasi di Kabupaten Malang terkait isu kenaikan BBM non subsidi masih aman dan terkendali.
"Sampai saat ini kondiisnya masih oke-oke saja, situasi masih dianggap aman dan terkendali. Kondisi di lapangan belum ada hal yang menonjol," kata Taat, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Jelang 1 April, Warga Gresik Berbondong-bondong Serbu SPBU Membeli BBM
Polisi Pastikan Situasi Aman
Selain itu, Polres Malang juga belum mendapatkan arahan khusus dari Mabes Polri hingga Polda Jawa Timur untuk dilakukan pengawasan. Namun demikian pihaknya tetap melakukan analisis potensi kerawanan.
.
"Jadi, hingga saat ini belum ada upaya atau langkah khusus yang kami laksanakan terkait hal tersebut. Namun, jika nanti ada perkembangan atau arahan lebih lanjut, pasti akan kami sampaikan," jelasnya.
Baca juga: Warga Surabaya Serbu SPBU Imbas Isu Kenaikan Harga BBM 1 April, Antrean Mengular Sampai ke Jalan
Sementara itu antrean kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (31/3/2026).
Meskipun antrean tidak mengular panjang, namun salah satu SPBU kehabisan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan non subsidi.
Antrean Terjadi, SPBU Sempat Kehabisan Stok
Stok BBM yang habis ada di SPBU Pertamina 54.651.11 di Jalan Jenderal Sudirman Kepanjen. Sekira pukul 18.15 WIB petugas SPBU sudah menolak kendaraan yang hendak mengisi BBM.
Hanifudin Musa, salah seorang konsumen yang mengantre di SPBU Kepanjen memilih untuk pindah ke SPBU lainnya. Sebab, ia mencari BBM Pertamax sesuai dengan kebutuhan sepeda motornya.
"Petugas di depan langsung berteriak BBM habis, kemudian saya pindah ke SPBU Pepen (Pakisaji) antrenya juga sama mengular panjang," tutur Hanif saat dikonfirmasi.
Di SPBU Pertamina 54.651.54 Pepen Kecamatan Pakisaji, ia menjelaskan kondisinya lebih ramai dibanding sebelumnya. Namun untuk stok BBM Pertamax masih tersedia.
Menyikapi adanya isu kenaikan harga BBM, Hanfi mengaku sempat panik. Bahkan ia pun menambah jumlah pengisian BBM jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya sebelum adanya isu ini.
"Tadi baca berita pemerintah memastikan kalau di April ini tidak menaikkan harga BBM non subsidi," sambungnya.
Ia pun berpesan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi isu yang beredar. Ia juga meminta masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan pemberitaan yang belum tentu kebenarannya.
| Targetkan 17.000 Peserta, ISOPLUS Run Series 2026 Siap Guncang Jakarta dan Surabaya |
|
|---|
| Razia Disiplin di Gresik: 16 ASN Terjaring di Warkop dan Mal, Terduga Kasus SK Palsu Ikut Tertangkap |
|
|---|
| Memanfaatkan Kelalaian Kunci Setir, Maling Motor Berkedok Penumpang Ojol Beraksi di Masjid Surabaya |
|
|---|
| Kenalan Lewat TikTok, Motor Wanita di Mojokerto Dibawa Kabur Pelaku Saat Lagi Pesan Bakso |
|
|---|
| Kebakaran Hebat Rumah Lantai 3 di Krembangan Surabaya, 11 Unit Damkar Dikerahkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kondisi-SPBU-Pertamina-5465111-di-Jalan-Jenderal-Sudirman-Kepanjen-Kabupaten-Malang.jpg)