Berita Malang
Kabar Baik, Perusahaan Jepang Butuh Sopir 500 Orang, Simak Syaratnya
Di saat kondisi ekonomi lagi tak baik-baik amat dan sulitnya lapangan pekerjaan, Sekda Kabupaten Malang, Budiar, merasa seperti dapat angin
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Sekda Kabupaten Malang menerima tawaran kerja sama dari perusahaan Jepang, Navara Global Indonesia, untuk merekrut tenaga kerja, khususnya sopir (driver) dalam jumlah besar.
- Peluang kerja ini diperkirakan bisa mencapai ratusan orang, namun persyaratannya cukup ketat, termasuk kemampuan bahasa Jepang dan Inggris.
- Selain tenaga kerja, perusahaan tersebut juga tertarik pada potensi kopi robusta premium dari Kabupaten Malang sebagai peluang kerja sama lain.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Imam Taufiq
TIBUNJATIM.COM, MALANG - Di saat kondisi ekonomi lagi tak baik-baik amat dan sulitnya lapangan pekerjaan, Sekda Kabupaten Malang, Budiar, merasa seperti dapat angin segar.
Sebab, Rabu (1/4/2026) siang, ia kedatangan tamu dari perwakilan perusahaan Jepang, Navara Global Indonesia, yakni Rudi Subiyanto.
Yang bikin Budiar seperti mimpi di siang bolong, karena tamunya mengajak kerja sama, untuk merekrut tenaga kerja sebanyak mungkin. Utamanya, bagi mereka yang punya keahlian sebagai sopir.
"Tadi, yang baru dibahas itu, jika perusahaan Jepang itu lagi butuh tenaga driver. Berapa jumlahnya? Sebanyak mungkin. Katanya, di daerah lain, ada yang sampai 500 driver. Mungkin, nanti dari Kabupaten Malang, ya sebanyak itu," ungkap Budiar.
Baca juga: Link Pendaftaran Lowongan Kerja Badan Gizi Nasional 2026, Ini 7 Posisi yang Dibuka
Menurut Budiar, secara detail memang belum dibahas bagaimana persyaratannya untuk bisa disalurkan sebagai driver di Jepang itu. Sebab, pihak perusahaan Jepang itu berjanji jika ia akan dagang lagi.
Namun, sepintas dari obrolannya, lanjut Budiar, mereka akan disalurkan ke perusahaan swasta di Jepang. Tentunya, persyaratannya cukup ketat karena harus menguasai bahasa Jepang dan minimal bahasa Ingris.
"Katanya, saat ini yang terbanyak jadi driver di Jepang itu, salah satunya tenaga kerja dari India," paparnya.
Bahkan, lanjut Budiar, bukan cuma mencari tenaga kerja, dengan keahlian sebagai sopir, namun pihak perusahaan Jepang itu juga melirik hasil kopi dari Kabupaten Malang.
Nanti, jika datang kembali ke Kabupaten Malang, menurut Budiar, ia minta diantarkan ke sentra penghasil kopi, seperti di Kecamatan Dampit, Tirtoyudo, Ampelgading. Itu jenis kopi robusta dengan kualitas premium, karena punya cita rasa yang khas. Seperti, punya karakteristis dengan aroma yang kuat dan harum.
"Katanya, kopi yang dihasilkan dari Kabupaten Malang, kualitasnya bagus karena berada di ketinggian, dengan panas yang cukup dan kadar air yang pas," pungkas Budiar.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Polisi Sebut Jumlah Kejahatan di Kota Malang Turun saat Lebaran 2026, Hanya Terjadi 16 Kasus |
|
|---|
| Gudang Rongsokan di Malang Ludes Dilanda Kebakaran, Petugas Damkar Berulang Kali Isi Air |
|
|---|
| Dini Hari, Sebayak 3 Ruang Kelas SMK N 1 Ampelgading Malang Ambruk, Bermula dari Hujan Deras |
|
|---|
| Kios Laundry di Malang Terbakar, 4 Orang Jadi Korban, Ada yang Meninggal Dunia |
|
|---|
| Bahas LKPJ Wali Kota Malang, DPRD Bakal Gelar Rapat Khusus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Sekda-Budiar-kedatangan-tamu-dari-perusahaan-Jepang-yang-butuh-driver-sebanyak-mungkin.jpg)