Kota Malang Mulai Siaga Hadapi Kemarau, Waspadai Longsor hingga Kebakaran

Pemerintah Kota Malang mulai meningkatkan langkah antisipasi menghadapi potensi bencana menjelang musim kemarau

Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Benni Indo
KEBAKARAN WARUNG KOPI - Petugas dan relawan berada di bekas warung yang terbakar di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Memasuki kemarau, Pemkot Malang bersiaga menghadapi bencana alam, salah satu potensinya adalah kebakaran yang berpotensi terjadi di kawasan padat penduduk 

Di sektor pertanian, Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyebut pasokan air masih tetap aman bagi lahan pertanian saat kemarau. Kondisi tersebut didukung oleh sistem irigasi teknis yang merata serta keberadaan sumber air alami di wilayah Kota Malang.

“Selama satu tahun penuh, baik musim hujan maupun kemarau, ketersediaan air di Kota Malang cukup lancar, termasuk saat musim kemarau,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di Jawa Timur tahun ini masuk kategori sedang, sehingga tidak memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian.

“Musim kemarau di Jawa Timur masuk kategori sedang, sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap pertanian di Kota Malang,” jelasnya.

Selain itu, kondisi geografis Kota Malang yang dilalui lima sungai turut menjadi faktor pendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian, khususnya untuk komoditas padi.

“Keberadaan lima sungai di Kota Malang sangat membantu, ditambah seluruh irigasi yang ada sudah menggunakan sistem irigasi teknis,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, petani di Kota Malang, terutama yang mengelola lahan sawah, dipastikan tetap mendapatkan suplai air yang cukup untuk mendukung produksi pertanian.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved