Hobi Melukis Dokter Spesialis Anak Jadi Jalan Sunyi Bantu Pasien
Hobi melukis yang ditekuni Kurniawan Taufiq Kadafi bukan sekadar pelarian dari rutinitas sebagai dokter spesialis anak.
Penulis: Benni Indo | Editor: Alga W
Dari sana, karya-karyanya mulai memiliki dua nilai.
Pertama, sebagai bentuk apresiasi terhadap seni.
Kedua, sebagai sarana membantu pasien, terutama mereka yang membutuhkan biaya tambahan di luar jangkauan layanan kesehatan.
Harga lukisan pun beragam, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Beberapa bahkan terjual hingga Rp5 juta.
"Nilainya ada dua, pertama karya dihargai, kedua, bisa bermanfaat bagi yang lain," katanya.
Suatu ketika, Kadafi harus mengirim sebuah sampel ke Universitas Gadjah Mada.
Ada kebutuhan untuk analisis genetik.
Biaya untuk kebutuhan tersebut tidak dibebankan kepada orang tua, tapi dibayar melalui lukisannya yang terjual.
"Nilainya Rp1,6 juta waktu itu," katanya.
Sebagai dokter yang bertugas di ruang intensif, Kadafi terbiasa berhadapan dengan banyak kondisi pasien.
Namun, ia memilih pendekatan yang lebih dari sekadar medis, ia merawat dengan empati.
"Pasien anak itu saya anggap seperti anak saya sendiri," tuturnya.
Interaksi yang intens dengan pasien dan keluarga membuat hubungan itu terasa lebih personal.
| Beredar Dokumen Calon Karyawan KDKMP, Kades di Jombang Akui Tak Pernah Dilibatkan Proses Rekrutmen |
|
|---|
| Jemput Bola, Wakil Bupati Sidoarjo Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Lansia di Buduran dan Gebang |
|
|---|
| Kabar Gembira, 80 Angkot di Kota Malang Segera Berubah Jadi Angkutan Pelajar Gratis Pada Mei Ini |
|
|---|
| Tampil Apik di Barcelona, Rashford Tampaknya Tak Ingin Kembali ke Manchester United |
|
|---|
| Parkir di Pinggir Sungai, Motor Pemancing Sampang Dicuri 3 Orang Akhirnya Diamankan setelah Dijual |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/dr-Kurniawan-Taufiq-Kadafi-SpAK-Biomed-menunjukan-lukisan-karyanya.jpg)