Pengamat Ekonomi UMM Sebut Pelemahan Rupiah Berdampak ke Semua Lapisan Masyarakat

pelemahan Rupiah memicu efek berantai yang langsung membebani pengeluaran rumah tangga terutama ketergantungan Indonesia pada bahan impor

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
NILAI RUPIAH - Pengajar ekonomi pembangunan Universitas Muhammadiyah malang, Yunan Syaifullah. Ia meyakini bahwa pelemahan Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat berdampak pada kebutuhan rumah tangga masyarakat, khususnya di Kota Malang, Senin, (18/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pelemahan Rupiah terhadap Dollar AS dinilai berdampak pada kebutuhan rumah tangga masyarakat.
  • Harga komoditas berbahan impor seperti kedelai berpotensi naik dan memengaruhi produk tahu tempe.
  • Masyarakat diminta lebih bijak mengelola keuangan dan mengurangi penggunaan paylater.

Laporan Wartawan TribunJati.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Pengajar ekonomi pembangunan Universitas Muhammadiyah malang, Yunan Syaifullah meyakini bahwa pelemahan Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat berdampak pada kebutuhan rumah tangga masyarakat, khususnya di Kota Malang. 

Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Humas Universitas Muhammadiyah Malang, Yunan menjelaskan pelemahan Rupiah memicu efek berantai yang langsung membebani pengeluaran rumah tangga, terutama karena tingginya ketergantungan Indonesia pada bahan impor. 

“Tentu harga bahan pokok yang naik, seperti tahu tempe karena 90 persen kebutuhan kedelai nasional masih didatangkan dari luar negeri. Kemudian BBM dan transportasi naik karena Indonesia masih ketergantungan impor minyak dan energi, sehingga berdampak pada belanja bulanan jadi lebih mahal," ungkapnya, Senin (18/5/2026).

Banyak masyarakat merasa aman karena tidak membeli barang impor secara langsung, padahal menurut Yunan, biaya hidup mereka akan tetap membengkak seiring naiknya biaya produksi industri lokal. 

"Sebenarnya beli atau tidaknya mereka terhadap barang impor akan tetap terkena efek berantai mulai dari BBM naik, bahan baku naik, biaya produksi juga naik. Pelemahan Rupiah ini memberi dampak pada seluruh lapisan masyarakat," tegasnya.

Baca juga: Rupiah Melemah, Produsen Tempe di Sanan Kota Malang Sebut Harga Kedelai Naik Tipis

Dampak Pelemahan Rupiah Dinilai Menyeluruh

Menghadapi situasi fluktuatif ini, ia menyarankan masyarakat untuk tidak panik, melainkan memastikan dana darurat aman dan menunda konsumsi yang tidak mendesak. 

"Prioritaskan kebutuhan utama terlebih dahulu dan tunda pembelian yang sensitif terhadap Dollar seperti gawai. Namun, untuk menjaga nilai aset jangka panjang, sebagian tabungan bisa didiversifikasi ke emas, reksadana, dan saham sektor defensif secukupnya saja untuk mengurangi risiko," jelas Yunan.

Di tengah ancaman pelemahan Rupiah ini, ia juga menyoroti bahaya kebiasaan menggunakan layanan kredit instan yang menciptakan ilusi finansial dan berpotensi menguras tabungan. 

"Kebiasaan masyarakat hobi pay later ini membuat terlena. Kebiasaan ini membuat ilusi kita punya uang lebih padahal itu utang. Bunga dan denda jika terlambat membayar dapat menguras habis uang kita," tambahnya.

Yunan mendorong masyarakat untuk melihat fenomena pelemahan Rupiah ini sebagai momentum emas mencari peluang penghasilan mandiri dari pasar global. 

"Sekarang anak muda bisa mempelajari keahlian digital dan membangun pekerjaan sampingan sesuai minat, misalnya menjadi konten kreator atau penulis. Keahlian yang bisa menghasilkan pendapatan Dollar saat ini justru menjadi peluang saat Rupiah melemah," urainya.

Sementara itu, Pemkot Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang mengatakan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat dinilai belum berdampak signifikan terhadap kebutuhan pokok masyarakat di Kota Malang. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi.

Menurut Eko, perputaran ekonomi masyarakat, khususnya untuk kebutuhan sehari-hari yang tidak bergantung pada impor, masih berjalan normal.

“Kalau melihat kebutuhan masyarakat sehari-hari yang tidak terkait ekspor-impor, saya kira masih normal. Kebutuhan pangan dan pokok di Kota Malang masih aman,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved