Pedagang Tempe Muhajir Pusing Dollar Naik, Harga Kedelai Impor dari Amerika Jadi Rp10.500 per Kg

Bagi masyarakat kecil, kenaikan harga sekecil apapun akan sangat berpengaruh terhadap jumlah rupiah di dompet mereka.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Benni Indo
KEDELAI - Muhammad Muhajir membeli 50 kg kedelai di Koperasi Primkopti Bangkit Usaha, Senin (18/5/2026). Menurut Muhajir, harga kedelai cenderung naik terus sejak Ramadan. 

Ringkasan Berita:
  • Nilai rupiah yang melemah terhadap dollar Amerika Serikat berdampak pada masyarakat kecil di desa.
  • Kenaikan harga kedelai membuat pelaku usaha seperti dirinya berada dalam posisi sulit.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Melemahnya nilai rupiah terhadap dollar Amerika Serikat berdampak pada masyarakat kecil di desa.

Muhammad Muhajir (45), warga Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, baru saja membeli 50 kg kedelai impor dari Amerika Serikat di Koperasi Primkopti Bangkit Usaha, Kota Malang, Senin (18/5/2026).

Baca juga: Dinas Peternakan Tulungagung Beri Rekomendasi 3 Sapi untuk Kurban Presiden Prabowo

Satu karung besar berisi 50 kg kedelai itu ia taruh di belakang sepeda motornya.

Muhajir adalah pedagang tempe di Pasar Mergan, setiap harinya. 

Untuk memenuhi kebutuhan produksi, ia harus membeli 50 kg kedelai dengan harga Rp10.500 per kg.

Harga yang ia beli hari ini sudah naik dibanding hari-hari sebelumnya.

Ia mengatakan, harga kedelai sudah naik sejak Ramadan tahun 2026. 

"Dulu sempat Rp9.000 per kg, sekarang sudah Rp10.400 per kg. Harganya naik terus sejak Ramadan," kata Muhajir, Senin (18/5/2026).

Dari 50 kg kedelai, ia mampu menghasilkan sekitar 46 papan tempe, dengan harga jual Rp17.000 per potong.

Jika terjual semuanya, ia bisa mendapatkan Rp782.000.

Kenaikan harga yang ia rasakan saat beli di distributor tidak lepas dari melemahnya rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Naiknya harga kedelai membuat omsetnya turun hingga 10 persen.

"Dampaknya, omset saya turun hingga 10. Mau menaikkan harga pun tidak berani. Nanti tidak ada yang beli," ujarnya.

Pelanggannya adalah ibu-ibu rumah tangga.

Kenaikan dollar berpengaruh ke warga

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved