MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 2, SDN Lowokwaru 3 dan SDN Tulungrejo 2 Angkat Piala
Partai final MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 2 2025 - 2026 yang diselenggarakan di Stadion Gajayana, Malang
Jumlahnya meningkat dibandingkan dengan Seri 1 yang mencapai 1.918 peserta.
Penambahan jumlah peserta ini juga otomatis menambah jumlah Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar yang berpartisipasi dari 120 menjadi 122 sekolah.
Tim KU 10 bertambah dari 64 menjadi 82 tim, begitu pula dengan jumlah tim KU12 yang meningkat dari 111 menjadi 116.
Anggota Executive Committee PSSI Bidang Kompetisi Kota Malang, Rochman Hadi, menyambut positif penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge di Malang yang kini memasuki tahun kedua.
Menurut Rochman, ini menjadi kabar baik bagi perkembangan ekosistem sepak bola putri di Malang dan sekitarnya yang berperan penting dalam membuka ruang pembinaan sekaligus memperluas kesempatan bagi pemain putri untuk berkembang.
“Kami dari PSSI sangat berterima kasih karena untuk tahun kedua MilkLife Soccer Challenge kembali digelar di Malang. Kami juga bangga karena ada perwakilan Kota Malang yang berhasil menjadi juara.
Harapan kami, tahun depan MLSC bisa kembali hadir di Malang untuk semakin meningkatkan gairah sepak bola putri di daerah ini.
Semoga kompetisi sepak bola putri di Malang semakin banyak digelar karena hal tersebut menjadi salah satu barometer dalam proses pembinaan dan pencarian pemain putri potensial,” ujar Rochman.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menilai peningkatan jumlah peserta dipengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap konsistensi penyelenggaraan turnamen. Ia menilai masyarakat melihat adanya komitmen jangka panjang dari penyelenggara dalam mengembangkan sepak bola putri usia dini.
“Antusiasme peserta meningkat, karena masyarakat melihat keseriusan kami dalam menyelenggarakan turnamen ini, baik di Malang dan juga di kota-kota lain. Jadi memang pasti mereka melihat komitmen yang sangat serius dari kami bahwa penyelenggaraan turnamen ini akan terus konsisten dan berkesinambungan. Mungkin atas dasar itu, masyarakat mempersiapkan diri dan berpartisipasi. Sehingga secara otomatis, jumlah peserta juga akan meningkat. Tren seperti ini juga terjadi di kota lain,” ujarnya
Selain itu, Teddy juga menambahkan dengan bertambahnya jumlah pemain-pemain berpotensi yang muncul dari kawasan Malang dan sekitarnya, tim All-Stars dari Malang berpotensi menjadi kuda hitam dalam MilkLife Soccer Challenger All-Stars yang akan berlangsung di Kudus bulan depan.
“Melihat animo dan keseriusan tim dalam berlatih serta terlihat adanya peningkatan kualitas, tim All-Stars Malang tidak bisa dianggap sebelah mata. Bisa jadi Malang justru seperti All Stars Solo di gelaran tahun lalu yang menjadi kuda hitam. Tinggal nanti kita lihat seperti apa pola latihan dan kesiapan mental dari para penggawa All Stars Malang. Sebetulnya kalau kita melihat kota-kota yang punya sejarah sepak bola kuat sejak era perserikatan memang memperlihatkan animo luar biasa. Jadi secara kualitas juga bagus. ,” kata Teddy.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menilai kekuatan Malang terletak pada dukungan wilayah yang saling terhubung dan saling berdekatan mulai dari Kabupaten Malang, Kota Malang, hingga Kota Batu. Ia optimistis antusiasme sekolah-sekolah yang tinggi akan mendorong pembinaan yang lebih berkelanjutan.
“Di Malang Raya ini ada Kabupaten, ada Kota, dan ada Kota Batu juga. Jadi antusiasme sekolah-sekolah itu saya sangat apresiasi. Kemudian saya melihat ke depannya sekolah-sekolah akan lebih serius untuk berlatih secara kontinu. Kalau itu terjadi, pemain-pemain yang berbakat akan muncul. Dan kalau ada pemain berbakat, mereka pasti akan cari SSB. Nah, kalau sudah berbicara SSB, pemain-pemain yang serius, yang berbakat cari SSB, nah itu ekosistem sepak bola kita akan bertumbuh,” ucap Timo.
Selain itu, peningkatan jumlah peserta tidak terlepas dari komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife dalam menjaring talenta-talenta potensial di Malang Raya.
| Isu Pocong Begal Marak di Malang Raya, Masyarakat Batu Diminta Tenang & Tak Terpancing |
|
|---|
| Isu Pocong Begal Marak di Malang Raya, Masyarakat Batu Diminta Tenang & Tak Terpancing |
|
|---|
| Dampak Ekonomi Lesu, Penjualan Kambing Kurban di Kepanjen Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu |
|
|---|
| Ledakan Petasan di Malang Tewaskan Pedagang Nasi Goreng, Sempat Diperingatan Ketua RT |
|
|---|
| Dinas Pertanian Kota Batu Sebut Penjualan Hewan Kurban Tahun 2026 Menurun Akibat Kondisi Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Momen-selebrasi-juara-KU-10-dan-KU-12-MilkLife-Soccer-Challenge-Malang-Seri-2.jpg)