4 Pasar Tradisional di Kota Malang Diprioritaskan untuk Direvitalisasi
Pemerintah Kota Malang mulai mempersiapkan revitalisasi sejumlah pasar tradisional sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan perdagangan
Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Pemkot Malang menyiapkan revitalisasi empat pasar tradisional prioritas, yakni Pasar Blimbing, Pasar Tawangmangu, Pasar Talun, dan Pasar Besar.
- Seluruh dokumen perencanaan teknis (DED) telah selesai disusun dan saat ini menunggu keputusan terkait alokasi anggaran.
- Revitalisasi diperkirakan mulai direalisasikan pada tahun 2027, dengan konsep pasar yang mudah diakses, nyaman, dan tertata seperti Pasar Oro-Oro Dowo dan Pasar Klojen.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo
TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Pemerintah Kota Malang mulai mempersiapkan revitalisasi sejumlah pasar tradisional sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan perdagangan rakyat sekaligus mendongkrak pendapatan daerah dari sektor retribusi.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan terdapat empat pasar yang menjadi prioritas revitalisasi, yakni Pasar Blimbing, Pasar Tawangmangu, Pasar Talun, dan Pasar Besar.
Di Kota Malang, terdapat 26 pasar tradisional yang dikelola pemerintah daerah. Dari jumlah tersebut, masih ada beberapa pasar yang belum pernah direvitalisasi secara menyeluruh.
“Pasar yang belum kami renovasi secara total ada Pasar Blimbing, Pasar Besar, Pasar Tawangmangu, dan pasar wisata, yaitu Pasar Talun di kawasan Kayutangan. Itu yang menjadi prioritas kami untuk dilakukan renovasi,” ujar Eko, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, persiapan administrasi untuk proyek revitalisasi pasar tersebut telah dilakukan.
Seluruh dokumen perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED) telah selesai disusun dan tinggal menunggu keputusan penganggaran dari pemerintah daerah.
“DED sudah selesai semua. Tinggal nanti kami ajukan ke pimpinan terkait bagaimana alokasi anggarannya, apakah bisa direalisasikan tahun ini atau tahun berikutnya,” katanya.
Baca juga: RTH Publik Baru 3,44 Persen, DPRD Kota Malang Godok Raperda untuk Kejar Target 30 Persen
Pelaksanaan fisik revitalisasi pasar diperkirakan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Saat ini pemerintah masih fokus pada tahap perencanaan dan pengusulan anggaran.
“Pelaksanaannya mungkin tahun depan,” terang Eko.
Eko menjelaskan, konsep pasar tradisional ideal adalah pasar yang mudah diakses masyarakat tanpa hambatan. Karena itu, desain revitalisasi akan mengacu pada model pasar yang dinilai berhasil dan diminati warga. Eko mencontohkan seperti Pasar Oro-oro Dowo dan Pasar Klojen.
“Pasar rakyat yang ideal itu sebenarnya tidak bertingkat, seperti Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo. Mudah dijangkau, aksesnya cepat, transaksi langsung, dan infrastrukturnya tertata dengan baik,” ujarnya.
Selain meningkatkan kenyamanan pengunjung dan pedagang, revitalisasi pasar juga diharapkan berdampak pada peningkatan penerimaan retribusi daerah.
Menurut Eko, perbaikan fasilitas dan pelayanan pasar akan mendorong kepatuhan pedagang dalam membayar retribusi sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Kota Malang Tebar 5.000 Benih Ikan Wader di Sungai Rolak
| Komoditas Impor Terdampak Gejolak Global, Harga Bawang Putih & Beras Kompak Naik di Madiun |
|
|---|
| Pemkot Surabaya Revitalisasi 15 Pasar Tradisional pada 2026, Fokus Tingkatkan Kenyamanan Pengunjung |
|
|---|
| Idul Adha 2026, Penjualan Cabai dan Bawang di Pasar Besar Kota Madiun Naik Dua Kali Lipat |
|
|---|
| Pemkot Malang Anggarkan Rp30 Miliar di APBD 2027 untuk Program Pengelolaan Sampah Modern |
|
|---|
| Pedagang Pasar Tawangmangu Alami Penurunan Daya Beli Pembeli, Masyarakat Pilih Harga Lebih Murah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pintu-masuk-Pasar-Blimbing-Kota-Malang.jpg)